Close Menu
    What's Hot

    Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka

    March 22, 2026

    Komik : Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura

    March 22, 2026

    Kesultanan Malaka: Gerbang Emas Nusantara yang Tak Terlupakan

    March 7, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Cerita Saja
    • Home
    • Profil
    • Artikel
      • Kelas
        • Kelas X
        • Kelas XI
        • Kelas XII
      • Legenda
      • Tradisi
      • Mitos
      • Misteri
      • Kota
      • Perundingan/Perjanjian
    • Tokoh
    • Sastra
      • Kitab / Kakawin
      • Suluk
      • Babad
      • Hikayat
    • Komik
    • Kuis
    • Download
      • E-Book
      • Buku Pelajaran
      • Karya Siswa
      • RPP / MODUL AJAR
      • Infografis
      • Slide Presentasi
      • Login
    SoundCloud RSS
    Cerita Saja
    Home»Artikel»Hegemoni Maritim dan Perlawanan Semesta: Analisis Komprehensif Kesultanan Tidore dari Era Kolano hingga Integrasi Nasional
    Artikel

    Hegemoni Maritim dan Perlawanan Semesta: Analisis Komprehensif Kesultanan Tidore dari Era Kolano hingga Integrasi Nasional

    Rifa SaniBy Rifa SaniFebruary 9, 2026Updated:February 10, 2026No Comments5 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kesultanan Tidore berdiri sebagai salah satu pilar utama dalam peradaban maritim Nusantara, khususnya di wilayah Maluku Utara yang dikenal secara internasional sebagai pusat rempah-rempah dunia atau The Richest Island of the World. Wilayah ini tidak hanya menjadi arena perdagangan komoditas bernilai tinggi seperti cengkih dan pala, tetapi juga menjadi panggung perjuangan politik yang sangat dinamis antara kekuatan lokal dan hegemoni kolonial Eropa. Sebagai bagian dari persekutuan Moloku Kie Raha, Kesultanan Tidore menunjukkan ketahanan budaya dan kedaulatan politik yang luar biasa selama berabad-abad.

    Geografi dan Etimologi: Identitas di Balik Gunung Api

    Secara geografis, pusat kekuasaan Kesultanan Tidore terletak di sebuah pulau di sebelah barat pantai Pulau Halmahera. Topografi pulau ini didominasi oleh gunung berapi tertinggi di Maluku, yaitu Gunung Marijang, yang membentuk identitas awal wilayah ini sebagai Kie Duko atau Limau Duko, yang berarti “pulau yang bergunung api”. Nama “Tidore” sendiri berasal dari rangkaian kata To ado re, yang berarti “aku telah sampai”.

    Awal Berdiri dan Legenda Fondasi

    Penelusuran mengenai awal berdirinya Kesultanan Tidore melibatkan perpaduan antara sumber kronik lokal dan catatan sejarah asing. Kerajaan ini merupakan bagian dari sistem Moloku Kie Raha (Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan).

    Legenda Jafar Sadik

    Legenda asal-usul penguasa Maluku berpusat pada tokoh Jafar Sadik (atau Jafar Noh), seorang ulama yang dipercaya tiba di Ternate sekitar tahun 1250 M. Dari pernikahannya dengan Nur Sifa, lahirlah empat putra yang memimpin empat kerajaan besar: Sahajati (Tidore), Mashur Malamo (Ternate), Kaicil Buka (Bacan), dan Darajati (Jailolo).

    Bukti Sejarah dan Kronik

    Meskipun legenda menyebut abad ke-13, silsilah mencatat penguasa pertama, Muhammad Naqil (Kolano Syahjati), naik takhta pada tahun 1081 M. Sebelum Islam, para penguasa menyandang gelar “Kolano”. Informasi ini diperkuat oleh catatan de Clerq dalam Korte Kroniek.

    Masuknya Islam dan Transformasi Menjadi Kesultanan

    Islam mulai berkembang secara signifikan pada abad ke-15 melalui dakwah Syekh Mansur dari Arab. Raja Ciriliyati memeluk Islam pada tahun 1495 M dan mengganti gelarnya menjadi Sultan Jamaluddin. Gelar “Sultan” menunjukkan pengakuan terhadap struktur politik Islam dunia.

    Daftar Sultan Tidore

    Berikut adalah daftar sultan yang pernah memerintah Tidore berdasarkan catatan sejarah:

    NoNama Sultan / PenguasaMasa Jabatan / Era
    1Kolano Syahjati (Muhammad Naqil)1081 M
    2-10Para Kolano (Bosamawange hingga Hasan Syah)Abad 11 – 14
    11Sultan Ciriliyati (Jamaluddin)1495 – 1512 M
    12Sultan Al Mansur1512 – 1526 M
    13Sultan Amiruddin Iskandar Zulkarnain1526 – 1535 M
    14Sultan Kiyai Mansur1535 – 1569 M
    15Sultan Iskandar Sani1569 – 1586 M
    16Sultan Gapi Baguna1586 – 1600 M
    17Sultan Mole Majimo (Zainuddin)1600 – 1626 M
    18Sultan Ngora Malamo (Alauddin Syah)1626 – 1631 M
    19Sultan Gorontalo (Saiduddin)1631 – 1642 M
    20Sultan Saidi1642 – 1653 M
    21Sultan Mole Maginyau (Malikiddin)1653 – 1657 M
    22Sultan Saifuddin (Jou Kota)1657 – 1674 M
    23Sultan Hamzah Fahruddin1674 – 1705 M
    24Sultan Abdul Fadhlil Mansur1705 – 1708 M
    25Sultan Hasanuddin Kaicil Garcia1708 – 1728 M
    26Sultan Amir Bifodlil Aziz Muhidin1728 – 1757 M
    27Sultan Muhammad Mashud Jamaluddin1757 – 1779 M
    28Sultan Patra Alam1780 – 1783 M
    29Sultan Hairul Alam Kamaluddin Asgar1784 – 1797 M
    30Sultan Nuku (Saidul Jehad)1797 – 1805 M
    31Sultan Zainal Abidin1805 – 1810 M
    32Sultan Motahuddin Muhammad Tahir1810 – 1821 M
    33Sultan Achmadul Mansur Sirajuddin1821 – 1856 M
    34Sultan Achmad Syaifuddin Alting1856 – 1892 M
    35Sultan Achmad Fatahuddin Alting1892 – 1894 M
    36Sultan Achmad Kawiyuddin Alting1894 – 1906 M
    37Sultan Zainal Abidin Syah1947 – 1967 M
    38Sultan Djafar Syah1999 – 2012 M
    39Sultan Husain Syah2012 – Sekarang

    Kehidupan Kerajaan

    Politik dan Ekonomi

    Sistem pemerintahan Tidore membagi kekuasaan antara Sultan dan dewan adat yang disebut Bobato. Ekonomi bertumpu pada rempah-rempah (cengkih dan pala) yang menjadikan Tidore pelabuhan strategis.

    Sosial dan Budaya

    Tidore memimpin persekutuan Uli Siwa (Persekutuan Sembilan) yang mencakup wilayah dari Halmahera hingga Papua Barat. Hukum yang diterapkan adalah Kie Se Kolano, sebuah harmonisasi antara syariat Islam dan hukum adat.

    Militer

    Kekuatan militer bertumpu pada armada laut Kora-kora, perahu cadik besar yang mampu mengangkut ratusan prajurit dan digunakan untuk mengawal jalur perdagangan serta melawan penjajah.

    Era Kejayaan Sultan Nuku

    Masa kejayaan dicapai di bawah Sultan Nuku (1797-1805), yang dijuluki The Lord of Fortune oleh Inggris karena kehebatannya mengusir VOC. Ia berhasil menyatukan rakyat Maluku dan Papua dalam perlawanan semesta yang tidak pernah terkalahkan secara militer.

    Akhir Kesultanan dan Integrasi Nasional

    Pasca kolonialisme, Sultan Zainal Abidin Syah (1947-1967) berperan besar dalam mempertahankan keutuhan NKRI dengan menolak tawaran Belanda untuk memisahkan Papua. Beliau ditetapkan sebagai Gubernur Pertama Irian Barat pada tahun 1956.

    Peninggalan Sejarah dan Tradisi

    1. Benteng Tahula & Torre: Benteng pertahanan Spanyol yang kemudian digunakan oleh Kesultanan.
    2. Kadato Kie: Istana Sultan di Soasio.
    3. Museum Sonyine Malige: Menyimpan atribut kebesaran seperti mahkota dan regalia.
    4. Dama Nyili-nyili: Tradisi pawai obor untuk keselamatan negeri.

    Kesimpulan

    Kesultanan Tidore adalah simbol kedaulatan maritim dan integritas nasional. Perannya dalam perdagangan rempah dunia dan perjuangan mempertahankan wilayah timur Indonesia menjadikannya warisan sejarah yang sangat berharga bagi identitas bangsa.

    Daftar Pustaka

    • Amal, M. Adnan. (2010). Kepulauan Rempah-Rempah: Perjalanan Sejarah Maluku Utara 1250-1950. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
    • Andaya, Leonard Y. (2015). Dunia Maluku: Indonesia Timur pada Zaman Modern Awal. Yogyakarta: Ombak.
    • Darmawijaya. (2010). Kesultanan Islam Nusantara. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.
    • Handoko, W., & Mansyur, S. (2018). Kesultanan Tidore: Bukti Arkeologi sebagai Pusat Kekuasaan Islam dan Pengaruhnya di Wilayah Periferi. Berkala Arkeologi, 38(1).
    • Harun, M. Yahya. (1995). Kerajaan Islam Nusantara Abad XVI & XVII. Yogyakarta: Kurnia Kalam Sejahtera.
    • Kartodirjo, Sartono. (1999). Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500-1900 Dari Emporium sampai Imperium. Jakarta: Gramedia.
    • Katoppo, E. (1957). Nuku: Sultan Saidul Jehad Muhamad El Mabus Amirudin Syah Kaicil Paparangan. Jakarta: PT Sinar Agape Press.
    • Widjojo, Muridan S. (2013). Pemberontakan Nuku: Persekutuan Lintas Budaya di Maluku. Jakarta: Komunitas Bambu.
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Rifa Sani

    Related Posts

    Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka

    March 22, 2026

    Komik : Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura

    March 22, 2026

    Kesultanan Malaka: Gerbang Emas Nusantara yang Tak Terlupakan

    March 7, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Recent Posts
    • Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka
    • Komik : Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura
    • Kesultanan Malaka: Gerbang Emas Nusantara yang Tak Terlupakan
    • Komik : Kesultanan Banjar (Kesultanan Banjar: Peninggalan Sejarah dan Filosofi Hidup Masyarakatnya)
    • Komik : Kesultanan Banten (Banten Glory and Betrayal)
    • Komik : Kesultanan Aceh Darussalam (The Evolution of Acehnese Governance and Maritime Influence)
    • Komik : Mataram Islam: Dari Alas Mentaok hingga Perjanjian Giyanti
    Sosial Media
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube
    • Soundcloud
    • TikTok
    • WhatsApp
    Latest Posts

    Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka

    March 22, 202616 Views

    Komik : Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura

    March 22, 20268 Views

    Kesultanan Malaka: Gerbang Emas Nusantara yang Tak Terlupakan

    March 7, 202618 Views

    Komik : Kesultanan Banjar (Kesultanan Banjar: Peninggalan Sejarah dan Filosofi Hidup Masyarakatnya)

    March 4, 202610 Views
    Don't Miss
    Artikel

    Masuknya Islam Di Nusantara

    By Rifa SaniFebruary 8, 202685

    PENGANTAR Proses masuknya Islam ke Nusantara tidak terjadi melalui penaklukan militer, melainkan melalui jalur perdagangan…

    Peristiwa Rengasdengklok: Kronologi Penculikan Dramatis yang Mempercepat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

    February 13, 2026

    Peristiwa Rapat Besar di Lapangan Ikada: Kronologi yang Menggelorakan Semangat Revolusi Indonesia

    February 13, 2026
    Demo
    Archives
    About Us
    About Us

    We're accepting new partnerships right now.

    Recent
    • Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka
    • Komik : Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura
    • Kesultanan Malaka: Gerbang Emas Nusantara yang Tak Terlupakan
    • Komik : Kesultanan Banjar (Kesultanan Banjar: Peninggalan Sejarah dan Filosofi Hidup Masyarakatnya)
    • Komik : Kesultanan Banten (Banten Glory and Betrayal)
    • Komik : Kesultanan Aceh Darussalam (The Evolution of Acehnese Governance and Maritime Influence)
    Most Popular

    Masuknya Islam Di Nusantara

    February 8, 2026565 Views

    Peristiwa Rengasdengklok: Kronologi Penculikan Dramatis yang Mempercepat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

    February 13, 2026394 Views

    Peristiwa Rapat Besar di Lapangan Ikada: Kronologi yang Menggelorakan Semangat Revolusi Indonesia

    February 13, 2026238 Views
    Facebook Instagram YouTube WhatsApp TikTok RSS
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Powered by
    ►
    Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
    None
    ►
    Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
    None
    ►
    Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
    None
    ►
    Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
    None
    ►
    Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
    None
    Powered by