Close Menu
    What's Hot

    Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka

    March 22, 2026

    Komik : Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura

    March 22, 2026

    Kesultanan Malaka: Gerbang Emas Nusantara yang Tak Terlupakan

    March 7, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Cerita Saja
    • Home
    • Profil
    • Artikel
      • Kelas
        • Kelas X
        • Kelas XI
        • Kelas XII
      • Legenda
      • Tradisi
      • Mitos
      • Misteri
      • Kota
      • Perundingan/Perjanjian
    • Tokoh
    • Sastra
      • Kitab / Kakawin
      • Suluk
      • Babad
      • Hikayat
    • Komik
    • Kuis
    • Download
      • E-Book
      • Buku Pelajaran
      • Karya Siswa
      • RPP / MODUL AJAR
      • Infografis
      • Slide Presentasi
      • Login
    SoundCloud RSS
    Cerita Saja
    Home»Artikel»Jejak Islam di Gerbang Timur: Rahasia Kejayaan Gowa-Tallo.
    Artikel

    Jejak Islam di Gerbang Timur: Rahasia Kejayaan Gowa-Tallo.

    Rifa SaniBy Rifa SaniFebruary 12, 2026No Comments6 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Pengantar

    Kerajaan Gowa-Tallo awalnya terbentuk dari gabungan dua kerajaan, Gowa dan Tallo, yang terpisah akibat perebutan takhta pada akhir abad ke-15. Pendirian resminya ditandai dengan kesepakatan “Dua Raja Satu Rakyat” pada 1565, di mana raja Gowa memegang kekuasaan politik utama sementara raja Tallo bertanggung jawab atas urusan agama dan perdagangan. Corak agama kerajaan ini berubah dari animisme dan kepercayaan lokal menjadi Islam pada abad ke-16, dimulai dengan masuknya Islam melalui pedagang Gujarat dan Maluku, yang membawa pengaruh Sufi dan memperkuat legitimasi raja sebagai sultan.[2][4][1]

    Islam menjadi corak utama setelah Sultan Alauddin (1593-1639) secara resmi memeluknya, menjadikan Gowa-Tallo pusat penyebaran Islam di Sulawesi dan Maluku. Masjid-masjid seperti Katangka dibangun sebagai simbol, sementara adat lokal seperti siri’ (kehmatan) diintegrasikan dengan syariah, menciptakan sinkretisme unik yang mendukung ekspansi maritim.[4][5]

    Sumber Dalam dan Luar

    Sumber sejarah utama berasal dari dalam kerajaan, seperti naskah lontara (kronik) Sejarah Gowa dan Sejarah Tallo yang ditulis akhir abad ke-16 menggunakan aksara Makassar, menceritakan dinasti hingga Sultan Hasanuddin. Prasasti jarang ditemukan, tapi temuan arkeologis seperti lonjakan keramik di muara Tallo sekitar 1500 mendukung cerita pendirian Tallo.[6][4]

    Sumber luar termasuk catatan Portugis dan Belanda tentang perdagangan Makassar, serta kronik Bugis dari kerajaan saingan seperti Bone. Buku modern seperti Sultan Hasanuddin Menentang VOC oleh Samigun MD dan Kisah Raja-Raja Gowa oleh Ibnu S. Palogai menganalisis lontara tersebut.[7][1]

    Awal Berdiri

    Kerajaan Gowa bermula dari sembilan komunitas Bate Salapang (Tombolo, Lakiung, dll.) pada abad ke-14, yang bersatu di bawah Tumanurung Bainea sebagai raja pertama. Tallo terbentuk akhir abad ke-15 saat Karaeng Loe ri Sero, adik Batara Gowa, kalah perebutan takhta dan membuka hutan di muara Sungai Tallo.[8][1][4]

    Peristiwa kunci adalah koalisi 1565 pasca-perang saudara, membentuk Gowa-Tallo dengan sistem dua raja. Ini didukung bukti arkeologis keramik impor dan lontara yang menyebut Tumapa’risi Kallonna memperkenalkan aksara Makassar.[2][4]

    Bukti Awal Berdiri

    BuktiDeskripsiSumber
    Lontara Sejarah GowaRiwayat dinasti dari Tumanurung hingga Hasanuddin, ditulis 1538.[6]
    Temuan ArkeologisLonjakan keramik Cina/India di muara Tallo ~1500 M, tandai pendirian Tallo.[4]
    Aksara MakassarMulai ~1605, bukti literasi awal di lontara.[4]

    Kronik

    Kronik utama adalah Lontara’ Patturioloanga ri Tu-Gowaya (Sejarah Gowa), yang meriwayatkan mitos Tumanurung hingga ekspansi abad ke-17, termasuk konversi Islam. Kronik Tallo fokus pada pendirian dan peran agama.[4][6]

    Naskah ini disusun bangsawan untuk legitimasi dinasti, dengan versi lisan sebelum ditulis lontara.

    KronikIsi UtamaPeriode
    Sejarah GowaDinasti raja, perpecahan Tallo, Islamisasi.Abad 16-17 [6]
    Sejarah TalloPendirian Tallo, peran perdagangan.Akhir abad 15 [4]

    Tokoh Terkenal

    Tokoh kunci termasuk Sultan Hasanuddin (Ayam Jantan Timur) yang melawan VOC, Sultan Alauddin pelopor Islam, dan Tumapa’risi Kallonna pengenalkan literasi. Mereka membentuk identitas maritim Gowa-Tallo.[9][1]

    TokohKontribusiMasa
    Sultan HasanuddinPerlawanan VOC, kejayaan militer.1653-1669 [9]
    Sultan AlauddinIslamisasi pertama.1593-1639 [5]
    Tumapa’risi KallonnaAksara Makassar.1460-1546 [1]

    Lokasi

    Kerajaan berpusat di Somba Opu (sekarang Barombong, Gowa, Sulsel), dengan pelabuhan Makassar (Ujung Pandang) sebagai jantung perdagangan. Wilayah meliputi Sulsel hingga Maluku, strategis di jalur rempah.[10][1]

    Daftar Raja

    Berikut daftar raja Gowa-Tallo dari era pra-Islam hingga kolonial, dengan penjelasan singkat per era.

    NoNama RajaMasa PemerintahanEra & Penjelasan
    1Tumanurung BaineaAwal abad 14Pra-Gowa: Pemimpin pertama Bate Salapang, mitos turun dari kayu.[8]
    2Tamasalangga Baraya1320-1345Konsolidasi komunitas awal.[11]
    3I Puang Loe Lembang1345-1370Ekspansi lokal.[11]
    …(Lengkap hingga)––
    17Daeng Matanre Karaeng Tumapa’risi Kallonna1460-1546Pengenalan aksara, pra-Islam.[1]
    18I Manriwagau Daeng Bonto Karaeng Lakiung1546-1565Koalisi Gowa-Tallo.[1]
    19Sultan Alauddin1593-1639Islam pertama, ekspansi maritim.[5]
    20Sultan Hasanuddin1653-1669Puncak kejayaan, perang VOC.[9]
    30+Raja-raja akhirHingga abad 19Masa vassal Belanda.[9]

    (Sumber lengkap: ~30 raja dari lontara).[11][12]

    Kehidupan Kerajaan

    Secara umum, kehidupan berpusat pada perdagangan rempah, perikanan, dan pertanian padi, dengan masyarakat bertingkat bangsawan (to maradeka) dan rakyat biasa. Islam Sufi menyatu dengan adat siri na pacce (malu dan solidaritas).[13]

    Kehidupan Politik

    Sistem “Dua Raja Satu Rakyat” membagi kekuasaan: Karaeng Gowa sebagai sultan politik, Karaeng Tallo sebagai pemimpin agama/perdagangan. Tumailalang sebagai perdana menteri mengurus administrasi, terbukti sukses stabilkan pasca-perang saudara 1565.[13][2]

    Ekspansi politik ke Bone, Luwu, dan Maluku pada masa Alauddin didukung kronik lontara, dengan vassal mengirim upeti. Konflik internal seperti perebutan takhta diatasi via majelis bangsawan.[4]

    Puncak di era Hasanuddin dengan diplomasi anti-VOC, tapi Perjanjian Bongaya 1667 melemahkan, buktinya catatan Belanda.[14]

    Kehidupan Ekonomi

    Ekonomi bergantung perdagangan maritim di Paotere, mengekspor beras, rempah, budak ke Jawa/Maluku, impor kain/kayu dari India/Cina, bukti keramik arkeologis.[1][4]

    Sabannara’ mengelola pelabuhan, monopoli rempah ala VOC ditentang, sukses buat Makassar pusat timur Nusantara abad 17 per catatan Portugis.[13]

    Pasca-Bongaya, monopoli VOC lumpuhkan, tapi pertanian sawah tetap kuat hingga kolonial.[14]

    Kehidupan Sosial

    Struktur hierarkis: bangsawan (to maradeka), andi (bebas), ata (budak), dengan siri menjaga harmoni, terlihat di lontara.[13]

    Pendidikan Islam maju, murid ke Banten, perempuan berperan tinggi seperti ratu Andi Patiwang. Soliditas pacce bantu ekspansi.[9]

    Konflik VOC picu migrasi Bugis-Makassar ke Malaysia, bentuk diaspora.[1]

    Kehidupan Budaya

    Budaya sinkretis: Islam + Bugis-Makassar, aksara lontara tulis sejarah/epos, tari Pakarena, Bissu (dukun transgender) ritual.[4]

    Masjid Katangka simbol awal Islam, rumah bolon panggung adaptasi iklim. Festival Kabung (perahu layar) rayakan maritim.[15]

    Warisan: bahasa Makassar, makanan coto Makassar dari pengaruh Arab.[1]

    Kehidupan Hukum

    Hukum gabung syariah dan adat: karaeng terapkan had pada pencuri, siri picu dendam darah diselesaikan majelis. Lontara catat putusan sultan.[13]

    Sultan Alauddin reformasi hukum Islam, bukti masjid dan kronik. Pidana potong tangan untuk pencuri rempah.[5]

    Era kolonial, hukum Belanda campur, tapi adat tetap dominan.[14]

    Kehidupan Militer

    Militer kuat kapal pinisi (500+ unit), prajurit pedang badik, taklukkan Bone 1610. Hasanuddin pimpin gerilya laut.[9]

    Praja tumama (tentara elit), strategi blokade pelabuhan lawan VOC. Bukti: kemenangan awal Perang Makassar.[16]

    Pasca-1667, larangan militer oleh Bongaya lumpuhkan.[14]

    Kehidupan Keamanan

    Keamanan dijaga benteng Somba Opu (dinding 3m tebal), pos ronda pelabuhan cegah bajak laut. Benteng lindungi dari Bone.[15]

    Sistem mata-mata bangsawan pantau vassal, siri picu loyalitas. Bukti lontara cerita pengkhianatan Bone.[4]

    Invasi VOC 1666 hancurkan benteng, tapi rakyat lanjut gerilya hingga Bongaya.[14]

    Hubungan Internasional

    Hubungan dengan Portugis awal abad 16 impor meriam, lalu rival VOC monopoli. Aliansi Bone pecah 1660.[1]

    Diplomasi ke Mataram, Banten kirim murid, ekspor ke Gujarat. Bukti catatan Eropa sebut Makassar “Venice Timur”.[5]

    Perang Makassar 1666-1669 akhiri independensi, vassal Belanda.[14]

    Kesimpulan Kehidupan Kerajaan

    Kehidupan holistik: maritim kuat, Islam progresif, tapi konflik eksternal runtuhkan.[1]

    Konflik

    Internal: perebutan takhta Gowa-Tallo 15th. Ekstern: Bone, VOC (Perang Makassar).[4][14]

    Kejayaan

    Puncak 1593-1669 bawah Alauddin-Hasanuddin, kuasai timur Nusantara, pusat perdagangan, pendidikan Islam ke Banten. Bukti lontara dan catatan VOC.[16][9]

    Ekspansi Maluku, armada 500 kapal, julukan Ayam Jantan Timur. Ekonomi rempah banjiri emas.[1]

    Warisan diaspora Bugis jaya di Selangor.[9]

    Akhir Kesultanan/Keruntuhan

    Keruntuhan mulai Perjanjian Bongaya 1667: monopoli VOC, hancur benteng, lepas vassal. Hasanuddin mundur 1669.[16][14]

    Vassal Belanda hingga 1906, pemberontakan Andi Naku 1825 gagal. Bukti arsip VOC.[17]

    Akhir formal 1936 integrasi Hindia Belanda.[3]

    Perjanjian

    Perjanjian kunci Bongaya 1667 rugikan Gowa: monopoli VOC, benteng Rotterdam.

    PerjanjianTahunIsi UtamaDampak
    Bongaya1667Monopoli perdagangan, lepas Bone.Keruntuhan [14]
    Makassar1660Aliansi Bone gagal.Perang [1]

    Struktur Pemerintahan

    JabatanTugasPemegang
    Karaeng GowaPolitik utama.Sultan [2]
    Karaeng TalloAgama/perdagangan.Perdana [2]
    TumailalangMenteri administrasi.Bangsawan [13]
    SabannaraPelabuhan.Ekonomi [13]

    Peninggalan

    Peninggalan fisik: Benteng Somba Opu, Rotterdam, Masjid Katangka, Balla Lompoa (rumah bola). Non-fisik: lontara, bissu.[17][15]

    PeninggalanLokasiDeskripsi
    Benteng Somba OpuGowaPusat pertahanan. [15]
    Masjid KatangkaSomba OpuMasjid pertama Islam. [15]
    Benteng RotterdamMakassarBekas VOC. [14]

    Tradisi

    Tradisi: Siri (kehmatan), Mappanretasi (tebus dendam), Kabung festival perahu. Tabel:

    TradisiMaknaBukti
    Siri na PacceMalu-solidaritas.Adat lontara [13]
    Bissu RitualDukun transgender.Budaya pra-Islam [1]

    Kesimpulan

    Gowa-Tallo wariskan kekuatan maritim dan Islamisasi Sulawesi, bukti lontara dan benteng.[3]

    Kejayaan Hasanuddin inspirasi nasionalisme, meski runtuh VOC.[9]

    Relevan hari ini: identitas Bugis-Makassar kuat di diaspora.[1]

    Daftar Pustaka

    • Sejarah Gowa (Lontara), abad 16.[6]
    • Cummings, William P. Islam, Empire and Makassarese Historiography.
    • Samigun MD. Sultan Hasanuddin Menentang VOC, 1975.[7]
    • Ibnu S. Palogai. Kisah Raja-Raja Gowa, 2017.[7]
    • Wikipedia: Kesultanan Gowa.[3]

    ⁂

    1. https://fahum.umsu.ac.id/info/kerajaan-gowa-tallo-sejarah-raja-dan-masa-kejayaannya/                  
    2. https://www.pijarbelajar.id/blog/kerajaan-gowa-tallo      
    3. https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Gowa    
    4. https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_awal_Gowa_dan_Tallo              
    5. https://radarlambar.bacakoran.co/read/24445/kerajaan-gowa-tallo-peranannya-dalam-penyebaran-islam     
    6. https://id.wikipedia.org/wiki/Kronik_Gowa     
    7. https://www.youtube.com/watch?v=Bo0KRLAiJOk   
    8. https://museumnusantara.com/kerajaan-gowa-tallo/  
    9. https://kumparan.com/sejarah-dan-sosial/keruntuhan-kerajaan-gowa-tallo-beserta-sejarah-kejayaannya-20HTtJRMEBx         
    10. https://bansos.medanaktual.com/kerajaan-gowa-tallo-sejarah-raja-dan-masa-kejayaannya/ 
    11. https://daerah.sindonews.com/read/1217045/174/mengenal-sejarah-kesultanan-gowa-tallo-daftar-penguasa-dan-peninggalannya-1696389052   
    12. https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_penguasa_Gowa 
    13. https://id.scribd.com/document/852752108/Si        
    14. https://roboguru.ruangguru.com/question/untuk-mengakhiri-perlawanan-rakyat-gowa-tallo-voc-memaksa-sultan-hasanuddin-menandatangi-perjanjian_QU-ROBOGURU-79570          
    15. https://kumparan.com/sejarah-dan-sosial/peninggalan-dan-sumber-sejarah-kerajaan-gowa-tallo-20c4UGT8OxP     
    16. https://id.scribd.com/document/837333491/MASA-KEJAYAAN-DAN-KERUNTUHAN-KERAJAAAN-GOWA-TALLO   
    17. https://erfadigital.com/blog/peninggalan-kerajaan-gowa-tallo/  
    18. https://www.kompas.com/stori/read/2021/05/08/200234079/raja-raja-kerajaan-gowa-tallo 
    19. https://fahum.umsu.ac.id/info-kerajaan-gowa-tallo-sejarah-raja-dan-masa-kejayaannya/ 
    20. https://www.slideshare.net/slideshow/kerajaan-goa-tallo-sumber-sejarah-letak-geografis-politik-dan-ekonomi/151464356 
    21. https://id.scribd.com/document/528634531/PETA-KONSEP-XI 
    22. https://www.facebook.com/id.wiki/posts/peta-geopolitik-sulawesi-selatan-sekitar-tahun-1590-terbelah-antara-gowa-tallo-d/10156148970127461/ 
    23. https://www.shutterstock.com/id/search/sultanate-of-gowa 
    24. https://www.shutterstock.com/search/opu 
    25. https://www.gettyimages.com/photos/sultan-hasanuddin 
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Rifa Sani

    Related Posts

    Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka

    March 22, 2026

    Komik : Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura

    March 22, 2026

    Kesultanan Malaka: Gerbang Emas Nusantara yang Tak Terlupakan

    March 7, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Recent Posts
    • Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka
    • Komik : Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura
    • Kesultanan Malaka: Gerbang Emas Nusantara yang Tak Terlupakan
    • Komik : Kesultanan Banjar (Kesultanan Banjar: Peninggalan Sejarah dan Filosofi Hidup Masyarakatnya)
    • Komik : Kesultanan Banten (Banten Glory and Betrayal)
    • Komik : Kesultanan Aceh Darussalam (The Evolution of Acehnese Governance and Maritime Influence)
    • Komik : Mataram Islam: Dari Alas Mentaok hingga Perjanjian Giyanti
    Sosial Media
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube
    • Soundcloud
    • TikTok
    • WhatsApp
    Latest Posts

    Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka

    March 22, 202611 Views

    Komik : Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura

    March 22, 20267 Views

    Kesultanan Malaka: Gerbang Emas Nusantara yang Tak Terlupakan

    March 7, 202616 Views

    Komik : Kesultanan Banjar (Kesultanan Banjar: Peninggalan Sejarah dan Filosofi Hidup Masyarakatnya)

    March 4, 202610 Views
    Don't Miss
    Artikel

    Masuknya Islam Di Nusantara

    By Rifa SaniFebruary 8, 202685

    PENGANTAR Proses masuknya Islam ke Nusantara tidak terjadi melalui penaklukan militer, melainkan melalui jalur perdagangan…

    Peristiwa Rengasdengklok: Kronologi Penculikan Dramatis yang Mempercepat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

    February 13, 2026

    Peristiwa Rapat Besar di Lapangan Ikada: Kronologi yang Menggelorakan Semangat Revolusi Indonesia

    February 13, 2026
    Demo
    Archives
    About Us
    About Us

    We're accepting new partnerships right now.

    Recent
    • Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka
    • Komik : Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura
    • Kesultanan Malaka: Gerbang Emas Nusantara yang Tak Terlupakan
    • Komik : Kesultanan Banjar (Kesultanan Banjar: Peninggalan Sejarah dan Filosofi Hidup Masyarakatnya)
    • Komik : Kesultanan Banten (Banten Glory and Betrayal)
    • Komik : Kesultanan Aceh Darussalam (The Evolution of Acehnese Governance and Maritime Influence)
    Most Popular

    Masuknya Islam Di Nusantara

    February 8, 2026550 Views

    Peristiwa Rengasdengklok: Kronologi Penculikan Dramatis yang Mempercepat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

    February 13, 2026394 Views

    Peristiwa Rapat Besar di Lapangan Ikada: Kronologi yang Menggelorakan Semangat Revolusi Indonesia

    February 13, 2026238 Views
    Facebook Instagram YouTube WhatsApp TikTok RSS
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Powered by
    ►
    Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
    None
    ►
    Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
    None
    ►
    Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
    None
    ►
    Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
    None
    ►
    Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
    None
    Powered by