Close Menu
    What's Hot

    Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka

    March 22, 2026

    Komik : Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura

    March 22, 2026

    Kesultanan Malaka: Gerbang Emas Nusantara yang Tak Terlupakan

    March 7, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Cerita Saja
    • Home
    • Profil
    • Artikel
      • Kelas
        • Kelas X
        • Kelas XI
        • Kelas XII
      • Legenda
      • Tradisi
      • Mitos
      • Misteri
      • Kota
      • Perundingan/Perjanjian
    • Tokoh
    • Sastra
      • Kitab / Kakawin
      • Suluk
      • Babad
      • Hikayat
    • Komik
    • Kuis
    • Download
      • E-Book
      • Buku Pelajaran
      • Karya Siswa
      • RPP / MODUL AJAR
      • Infografis
      • Slide Presentasi
      • Login
    SoundCloud RSS
    Cerita Saja
    Home»Artikel»Peristiwa Merah Putih di Manado: Pengibaran Bendera Kemerdekaan yang Mengguncang Sulawesi Utara pada 14 Februari 1946
    Artikel

    Peristiwa Merah Putih di Manado: Pengibaran Bendera Kemerdekaan yang Mengguncang Sulawesi Utara pada 14 Februari 1946

    Rifa SaniBy Rifa SaniFebruary 14, 2026No Comments6 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Peristiwa Merah Putih di Manado, yang terjadi tepat pada 14 Februari 1946, merupakan salah satu episode paling heroik dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia di wilayah timur Nusantara. Di tengah upaya Belanda untuk merebut kembali kekuasaan pasca-kekalahan Jepang, rakyat Sulawesi Utara—khususnya di Manado, Tomohon, dan Minahasa—bangkit melakukan penyerbuan terhadap markas militer Belanda di Teling. Peristiwa ini bukan sekadar pertempuran fisik, melainkan simbol penolakan tegas terhadap provokasi kolonial yang mengklaim bahwa Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 hanya berlaku untuk Pulau Jawa dan Sumatera. Melalui aksi berani yang melibatkan pasukan KNIL pribumi, barisan pejuang, dan laskar rakyat, para pejuang berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di atas gedung tangsi militer Belanda, meski hanya untuk sementara waktu. Kemenangan moral ini menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan telah menyebar ke seluruh pelosok Indonesia, termasuk di Sulawesi Utara yang jauh dari pusat pemerintahan Republik. Hingga kini, peristiwa ini diperingati sebagai hari bersejarah yang mengukuhkan Manado sebagai “Kota Pejuang” dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menjaga kedaulatan bangsa.

    Sejarah Peristiwa Merah Putih di Manado

    cnnindonesia.com

    Sejarah Peristiwa Merah Putih di Manado

    Relief perjuangan pejuang Merah Putih di Manado menggambarkan semangat heroik rakyat Sulawesi Utara dalam merebut markas Belanda.

    Latar Belakang yang Memicu Semangat Perlawanan di Sulawesi Utara

    Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 baru sampai ke Sulawesi Utara pada 21 Agustus 1945, tetapi langsung menyulut euforia besar di kalangan rakyat Manado dan sekitarnya. Pemuda dan masyarakat segera mengibarkan bendera Merah Putih di berbagai tempat, menduduki kantor-kantor yang dikuasai Jepang, serta melucuti senjata pasukan pendudukan. Namun, suasana damai ini tidak berlangsung lama. Pada awal Oktober 1945, pasukan Sekutu bersama Netherlands Indies Civil Administration (NICA) mendarat di Sulawesi Utara dengan dalih melucuti Jepang dan membebaskan tawanan perang. Kenyataannya, kedatangan ini menjadi alat Belanda untuk mengembalikan kekuasaan kolonial. Belanda secara provokatif menyatakan bahwa proklamasi kemerdekaan hanya berlaku untuk Jawa dan Sumatera, sementara wilayah timur seperti Sulawesi tetap berada di bawah kendali mereka. Penolakan rakyat Manado yang kuat terhadap klaim ini memicu ketegangan, dan serangan balasan dari Sekutu serta Belanda menyebabkan Manado dan sekitarnya jatuh kembali ke tangan kolonial. Di tengah keterbatasan senjata dan komunikasi, para tokoh lokal mulai merencanakan perlawanan terorganisir untuk mempertahankan kedaulatan Republik yang baru saja diproklamasikan.

    Peristiwa Heroik Merah Putih 14 Februari 1946 di Manado

    komentar.co

    Peristiwa Heroik Merah Putih 14 Februari 1946 di Manado

    Foto sejarah tokoh-tokoh pejuang seperti Bernard Wilhelm Lapian dan Charles Choesj Taulu, yang menjadi motor penggerak perlawanan.

    Persiapan dan Kronologi Awal Menuju Penyerbuan

    Rencana besar untuk merebut kembali kekuasaan dimulai sejak 7 Februari 1946, ketika Letnan Kolonel Charles Choesj Taulu dan Sersan S.D. Wuisan, yang memimpin pasukan KNIL dari kalangan pribumi Minahasa, menyusun strategi penyerbuan markas militer Belanda di Teling, Manado. Mereka dibantu oleh politikus sipil Bernard Wilhelm Lapian, yang memberikan dukungan logistik dan koordinasi dari kalangan masyarakat. Pasukan yang terlibat mencakup anggota KNIL yang pro-Republik, barisan pejuang pemuda, dan laskar rakyat yang bersemangat mempertahankan kemerdekaan. Namun, Belanda yang waspada menangkap Taulu dan Wuisan sebelum aksi dimulai, sehingga komando dialihkan kepada Kopral Mambi Runtukahu. Meski demikian, semangat perlawanan tidak padam; para pejuang terus mempersiapkan serangan dini hari dengan formasi yang rapi, memanfaatkan elemen kejutan untuk mendesak posisi musuh. Persiapan ini mencerminkan kecerdasan taktis rakyat Sulawesi Utara yang, meski minim persenjataan modern, mengandalkan persatuan dan tekad baja untuk melawan penjajah yang jauh lebih kuat.

    Apel dan Ziarah Merah Putih di Monumen Lapian Taulu Kawangkoan Sukses  Digelar – BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara

    beritamanado.com

    Apel dan Ziarah Merah Putih di Monumen Lapian Taulu Kawangkoan Sukses Digelar – BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara

    Monumen Lapian-Taulu di Kawangkoan, Sulawesi Utara, sebagai pengingat abadi para pahlawan peristiwa Merah Putih.

    Puncak Peristiwa: Penyerbuan dan Pengibaran Bendera Merah Putih pada 14 Februari 1946

    Pada dini hari 14 Februari 1946, sekitar pukul 01.00, pasukan di bawah komando Mambi Runtukahu melancarkan serangan mendadak terhadap tangsi militer Belanda di Teling. Mereka berhasil membebaskan Taulu, Wuisan, Wim Tamburian, dan beberapa pemimpin lainnya yang ditahan. Dalam aksi heroik itu, pejuang merebut markas, menangkap pimpinan Belanda seperti Letnan Verwaayen, Kapten Blom, Letnan Kolonel de Vries, serta Residen Coomans de Ruyter beserta seluruh anggota NICA. Puncak kemenangan ditandai dengan perobekan bendera Belanda yang berwarna merah-putih-biru; bagian birunya disobek, dan sisa kain merah-putih dikibarkan megah di atas gedung markas sebagai simbol penguasaan sementara atas Manado, Tomohon, dan Minahasa. Selama hampir sebulan, bendera Merah Putih berkibar sebagai bukti kedaulatan Republik, sementara maklumat dikeluarkan untuk menyatakan bahwa kekuasaan telah berada di tangan Indonesia. Peristiwa ini, yang bertepatan dengan Hari Valentine, menjadi momen emosional yang menyatukan rakyat dalam perjuangan melawan penjajahan baru.

    Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946, Sulawesi Utara Bergolak - Bagian 1

    sulut.inews.id

    Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946, Sulawesi Utara Bergolak – Bagian 1

    Pejuang dan laskar rakyat Sulawesi Utara yang terlibat dalam perlawanan heroik 14 Februari 1946.

    Dampak dan Warisan Abadi Peristiwa Merah Putih

    Meski penguasaan sementara hanya berlangsung hingga awal Maret 1946—ketika Belanda merebut kembali wilayah dengan bantuan kapal perang Piet Hein dan siasat penangkapan pemimpin—peristiwa ini memiliki dampak mendalam bagi perjuangan nasional. Secara militer, ia memaksa Belanda mengakui kekuatan perlawanan di wilayah timur, sementara secara psikologis, kemenangan ini membakar semangat kemerdekaan di seluruh Sulawesi Utara dan menjadi bukti bahwa proklamasi bukan monopoli Jawa. Monumen Lapian-Taulu di Kawangkoan dan berbagai peringatan tahunan terus mengenang jasa para pahlawan, termasuk pengibaran bendera yang kini menjadi bagian dari identitas “Manado Kota Pejuang”. Warisan ini diajarkan di sekolah-sekolah sebagai pelajaran tentang persatuan, keberanian, dan ketangguhan bangsa dalam menghadapi penjajah. Hingga hari ini, peristiwa 14 Februari 1946 tetap menjadi simbol bahwa kemerdekaan Indonesia adalah milik seluruh rakyat, dari Sabang hingga Merauke.

    Tabel Kronologi Peristiwa Merah Putih di Manado

    TanggalPeristiwa Utama
    21 Agustus 1945Berita Proklamasi sampai ke Sulawesi Utara; pengibaran bendera Merah Putih dimulai.
    Awal Oktober 1945Kedatangan Sekutu dan NICA; Manado diduduki kembali oleh Belanda.
    7 Februari 1946Rencana penyerbuan disusun oleh Taulu, Wuisan, dan Lapian.
    14 Februari 1946Penyerbuan markas Teling; bendera Merah Putih dikibarkan; pemimpin Belanda ditahan.
    Awal Maret 1946Belanda merebut kembali wilayah dengan kapal Piet Hein.

    Tabel Tokoh Utama yang Terlibat

    Tokoh IndonesiaPeran UtamaTokoh BelandaPeran Utama
    Bernard Wilhelm LapianPolitikus sipil, penyusun rencanaLetnan VerwaayenPimpinan tangsi militer
    Letnan Kolonel Charles Choesj TauluPemimpin militer, inisiator seranganKapten BlomPemimpin garnisun Manado
    Sersan S.D. WuisanRekan Taulu dalam perencanaanLetnan Kolonel de VriesKomandan KNIL Sulawesi Utara
    Mambi RuntukahuKomandan lapangan penyerbuanResiden Coomans de RuyterResiden Belanda di Manado

    Tabel Kekuatan dan Hasil Peristiwa

    AspekPihak IndonesiaPihak Belanda
    Kekuatan PasukanKNIL pribumi, laskar rakyat, pemudaPasukan NICA dan garnisun militer
    Hasil AksiPengibaran bendera Merah Putih sementaraBeberapa pejabat ditahan
    Durasi PenguasaanHampir 1 bulan (Februari-Maret 1946)Merebut kembali pada Maret 1946
    Apel dan Ziarah Merah Putih di Monumen Lapian Taulu Kawangkoan Sukses  Digelar – BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara

    beritamanado.com

    Apel dan Ziarah Merah Putih di Monumen Lapian Taulu Kawangkoan Sukses Digelar – BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara

    Patung emas para pahlawan di Monumen Lapian-Taulu, tempat ziarah dan apel peringatan setiap tahun.

    Daftar Pustaka

    1. Wowor, Ben. Peristiwa Patriotik (Merah-Putih): 14 Pebruari 1946 Di Manado, Dalam Rangka Revolusi Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Djawatan Penerangan, 2009.
    2. Wenas, Jessy. Sejarah & Kebudayaan Minahasa. Jakarta: Yayasan Sejarah dan Kebudayaan Minahasa, 2007.
    3. Tim Penyusun Ganesha Operation. Sejarah Indonesia Modern. Jakarta: Ganesha Operation, 2019.
    4. Wikipedia. “Peristiwa Merah Putih (Manado).” Diakses dari https://id.wikipedia.org/wiki/Peristiwa_Merah_Putih_(Manado), 13 Februari 2026.
    5. Kompas.com. “Peristiwa Merah Putih di Manado.” 18 Agustus 2021. https://www.kompas.com/stori/read/2021/08/18/080000779/peristiwa-merah-putih-di-manado.
    6. Tribunmanado.co.id. “Sejarah dan Kronologi Peristiwa Merah Putih di Manado.” 16 Agustus 2024. https://manado.tribunnews.com/2024/08/16/sejarah-dan-kronologi-peristiwa-merah-putih-di-manado-sulawesi-utara-terjadi-setelah-proklamasi.
    7. Sumolang, Steven. “Etnik Minahasa.” TABEA, jilid 3, 2010, hlm. 7. ISSN 2087-6424.
    8. BeritaManado.com. “Charlis Choesj Taulu, Pejuang Merah Putih 14 Februari 1946.” 13 Februari 2020.
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Rifa Sani

    Related Posts

    Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka

    March 22, 2026

    Komik : Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura

    March 22, 2026

    Kesultanan Malaka: Gerbang Emas Nusantara yang Tak Terlupakan

    March 7, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Recent Posts
    • Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka
    • Komik : Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura
    • Kesultanan Malaka: Gerbang Emas Nusantara yang Tak Terlupakan
    • Komik : Kesultanan Banjar (Kesultanan Banjar: Peninggalan Sejarah dan Filosofi Hidup Masyarakatnya)
    • Komik : Kesultanan Banten (Banten Glory and Betrayal)
    • Komik : Kesultanan Aceh Darussalam (The Evolution of Acehnese Governance and Maritime Influence)
    • Komik : Mataram Islam: Dari Alas Mentaok hingga Perjanjian Giyanti
    Sosial Media
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube
    • Soundcloud
    • TikTok
    • WhatsApp
    Latest Posts

    Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka

    March 22, 202617 Views

    Komik : Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura

    March 22, 202610 Views

    Kesultanan Malaka: Gerbang Emas Nusantara yang Tak Terlupakan

    March 7, 202620 Views

    Komik : Kesultanan Banjar (Kesultanan Banjar: Peninggalan Sejarah dan Filosofi Hidup Masyarakatnya)

    March 4, 202610 Views
    Don't Miss
    Artikel

    Masuknya Islam Di Nusantara

    By Rifa SaniFebruary 8, 202685

    PENGANTAR Proses masuknya Islam ke Nusantara tidak terjadi melalui penaklukan militer, melainkan melalui jalur perdagangan…

    Peristiwa Rengasdengklok: Kronologi Penculikan Dramatis yang Mempercepat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

    February 13, 2026

    Peristiwa Rapat Besar di Lapangan Ikada: Kronologi yang Menggelorakan Semangat Revolusi Indonesia

    February 13, 2026
    Demo
    Archives
    About Us
    About Us

    We're accepting new partnerships right now.

    Recent
    • Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka
    • Komik : Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura
    • Kesultanan Malaka: Gerbang Emas Nusantara yang Tak Terlupakan
    • Komik : Kesultanan Banjar (Kesultanan Banjar: Peninggalan Sejarah dan Filosofi Hidup Masyarakatnya)
    • Komik : Kesultanan Banten (Banten Glory and Betrayal)
    • Komik : Kesultanan Aceh Darussalam (The Evolution of Acehnese Governance and Maritime Influence)
    Most Popular

    Masuknya Islam Di Nusantara

    February 8, 2026626 Views

    Peristiwa Rengasdengklok: Kronologi Penculikan Dramatis yang Mempercepat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

    February 13, 2026394 Views

    Peristiwa Rapat Besar di Lapangan Ikada: Kronologi yang Menggelorakan Semangat Revolusi Indonesia

    February 13, 2026238 Views
    Facebook Instagram YouTube WhatsApp TikTok RSS
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Powered by
    ►
    Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
    None
    ►
    Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
    None
    ►
    Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
    None
    ►
    Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
    None
    ►
    Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
    None
    Powered by