Close Menu
    What's Hot

    Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka

    March 22, 2026

    Komik : Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura

    March 22, 2026

    Kesultanan Malaka: Gerbang Emas Nusantara yang Tak Terlupakan

    March 7, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Cerita Saja
    • Home
    • Profil
    • Artikel
      • Kelas
        • Kelas X
        • Kelas XI
        • Kelas XII
      • Legenda
      • Tradisi
      • Mitos
      • Misteri
      • Kota
      • Perundingan/Perjanjian
    • Tokoh
    • Sastra
      • Kitab / Kakawin
      • Suluk
      • Babad
      • Hikayat
    • Komik
    • Kuis
    • Download
      • E-Book
      • Buku Pelajaran
      • Karya Siswa
      • RPP / MODUL AJAR
      • Infografis
      • Slide Presentasi
      • Login
    SoundCloud RSS
    Cerita Saja
    Home»Artikel»Perjuangan Diplomasi Bangsa Indonesia: Perundingan Renville
    Artikel

    Perjuangan Diplomasi Bangsa Indonesia: Perundingan Renville

    Rifa SaniBy Rifa SaniFebruary 15, 2026Updated:February 25, 2026No Comments6 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Pengantar

    Perundingan Renville merupakan salah satu babak penting dalam perjuangan diplomasi Indonesia pasca-Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Setelah Agresi Militer Belanda I (dikenal sebagai Operasi Produk) pada Juli hingga Agustus 1947, Belanda berhasil menduduki sebagian besar wilayah Republik Indonesia di Jawa dan Sumatera, termasuk daerah-daerah penghasil bahan pangan dan perkebunan strategis. Situasi ini membuat posisi Republik semakin terjepit, baik secara militer maupun ekonomi. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kemudian turun tangan dengan membentuk Komisi Tiga Negara (KTN) untuk memediasi konflik. Perundingan Renville dimulai pada 8 Desember 1947 dan berakhir dengan penandatanganan perjanjian pada 17 Januari 1948. Perundingan ini menjadi upaya diplomasi untuk menghentikan pertempuran, meskipun hasilnya sering dianggap merugikan Indonesia karena mengakui garis demarkasi yang mempersempit wilayah Republik. Namun, secara politik, perundingan ini memperkuat pengakuan internasional terhadap eksistensi Republik Indonesia sebagai pihak yang berdaulat dalam negosiasi.

    Mengenal USS Renville, Kapal Perang Tempat Ditandatanganinya Perjanjian  Renville - Page 2 of 5 - HobbyMiliter.com

    hobbymiliter.com

    Mengenal USS Renville, Kapal Perang Tempat Ditandatanganinya Perjanjian Renville – Page 2 of 5 – HobbyMiliter.com

    Ilustrasi suasana perundingan di atas kapal USS Renville, menunjukkan ketegangan diplomasi antara delegasi Indonesia, Belanda, dan mediator KTN.

    Tokoh-Tokoh yang Terlibat (Perwakilan-Perwakilan)

    Perundingan Renville melibatkan tiga pihak utama: delegasi Republik Indonesia, delegasi Belanda, dan Komisi Tiga Negara (KTN) sebagai mediator netral yang ditunjuk PBB. Berikut tabel ringkasan tokoh utama beserta peran mereka:

    PihakNama Tokoh UtamaPeran dan Latar BelakangIlustrasi Terkait
    Republik IndonesiaAmir Sjarifuddin (Ketua Delegasi)Perdana Menteri RI saat itu; tokoh sosialis yang memimpin delegasi dengan sikap tegas mempertahankan kemerdekaan penuh.Amir Sjarifuddin, Kontroversi dan Perannya dalam Kemerdekaan Indonesiakompas.comAmir Sjarifuddin, Kontroversi dan Perannya dalam Kemerdekaan Indonesia Potret Amir Sjarifuddin, pemimpin delegasi Indonesia di Perundingan Renville.
    Republik IndonesiaJohannes Leimena, Ali Sastroamidjojo, dll.Anggota delegasi pendukung; Leimena sebagai wakil ketua, Sastroamidjojo sebagai diplomat berpengalaman.Perjanjian Renville: Isi, Tokoh, Latar Belakang, dan Dampaknya bagi  Kedaulatan Indonesiaregional.kompas.comPerjanjian Renville: Isi, Tokoh, Latar Belakang, dan Dampaknya bagi Kedaulatan Indonesia Delegasi Indonesia di meja perundingan Renville.
    BelandaRaden Abdulkadir Widjojoatmodjo (Ketua)Tokoh Indonesia pro-Belanda; mewakili kepentingan Belanda yang ingin mempertahankan wilayah pendudukan.Penandatanganan Perjanjian Renville Hari ini dalam sejarah, 17 Januari 1948,  Perjanjian Renville ditandatangani di kapal perang Amerika Serikat, USS  Renville yang berlabuh di Tanjung Priok, Jakarta. Perundingan antara  Indonesia dan Belanda inix.comPenandatanganan Perjanjian Renville Hari ini dalam sejarah, 17 Januari 1948, Perjanjian Renville ditandatangani di kapal perang Amerika Serikat, USS Renville yang berlabuh di Tanjung Priok, Jakarta. Perundingan antara Indonesia dan Belanda ini
    Komisi Tiga Negara (KTN)Frank Porter Graham (Amerika Serikat)Ketua KTN; akademisi dan politisi AS yang berperan sebagai penengah utama.Komisi Tiga Negara dalam Perundingan Renville, Ini Anggotanyadetik.comKomisi Tiga Negara dalam Perundingan Renville, Ini Anggotanya
    Komisi Tiga Negara (KTN)Paul van Zeeland (Belgia), Richard Kirby (Australia)Anggota KTN; van Zeeland mewakili Eropa, Kirby mewakili Australia yang pro-Indonesia.Mengulas Perjanjian Renville, Upaya Penyelesaian Konflik dengan Belanda –  priangan.compriangan.comMengulas Perjanjian Renville, Upaya Penyelesaian Konflik dengan Belanda – priangan.com Suasana perundingan dengan mediator KTN di tengah.

    Para tokoh ini mewakili kepentingan yang saling bertentangan: Indonesia menuntut kemerdekaan penuh dan penarikan pasukan Belanda, sementara Belanda ingin mempertahankan wilayah yang telah diduduki. KTN berusaha mencari jalan tengah, meskipun akhirnya lebih condong kepada usulan Belanda.

    Lokasi Pertemuan

    Perundingan Renville berlangsung di atas kapal perang Amerika Serikat USS Renville (APA-227), yang berlabuh di Teluk Jakarta (dekat Tanjung Priok). Pemilihan lokasi di kapal netral AS ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan kenetralan, menghindari gangguan dari pihak manapun di daratan yang masih dikuasai sebagian oleh Belanda. Kapal ini merupakan kapal angkut serbu yang pernah digunakan dalam Perang Dunia II, dan dijadikan tempat perundingan karena fasilitasnya yang memadai serta statusnya sebagai wilayah netral.

    Mengenal USS Renville, Kapal Perang Tempat Ditandatanganinya Perjanjian  Renville - Page 2 of 5 - HobbyMiliter.com

    hobbymiliter.com

    Mengenal USS Renville, Kapal Perang Tempat Ditandatanganinya Perjanjian Renville – Page 2 of 5 – HobbyMiliter.com

    Foto historis kapal USS Renville yang menjadi lokasi Perundingan Renville pada 1947-1948.

    Perjanjian Renville 17 Januari 1948: Latar Belakang, Tokoh, dan Isi  Perjanjiannya

    caritahu.kontan.co.id

    Perjanjian Renville 17 Januari 1948: Latar Belakang, Tokoh, dan Isi Perjanjiannya

    Kapal USS Renville berlabuh di perairan Indonesia sebagai tempat netral untuk diplomasi.

    Jalannya Pertemuan

    Perundingan dimulai pada 8 Desember 1947 dengan suasana yang sangat tegang akibat dampak Agresi Militer Belanda I. Delegasi Indonesia, dipimpin Amir Sjarifuddin, menuntut gencatan senjata penuh dan pengakuan wilayah Republik sesuai Perjanjian Linggarjati (1946). Sebaliknya, delegasi Belanda mengusulkan garis demarkasi baru yang menguntungkan mereka, yaitu Garis Van Mook, yang memasukkan wilayah-wilayah yang baru saja diduduki ke dalam kendali Belanda. Diskusi berlangsung alot selama lebih dari sebulan, dengan KTN sering mengadakan pertemuan terpisah untuk menjembatani perbedaan. Indonesia akhirnya terpaksa menerima usulan KTN karena tekanan militer dan ekonomi, meskipun banyak anggota delegasi merasa kecewa.

    Perjanjian Renville, 1948 — 70 years Indonesia-Australia

    70yearsindonesiaaustralia.com

    Perjanjian Renville, 1948 — 70 years Indonesia-Australia

    Ilustrasi jalannya perundingan di dek kapal USS Renville, penuh dengan debat sengit.

    Putusan Penting

    Putusan utama Perundingan Renville tercantum dalam enam prinsip tambahan dan perjanjian gencatan senjata. Berikut tabel ringkasan putusan penting:

    Putusan UtamaIsi DetailDampak
    Gencatan SenjataKedua pihak sepakat menghentikan pertempuran dan membekukan posisi pasukan.Memberi jeda militer sementara bagi Indonesia untuk reorganisasi.
    Garis Demarkasi Van MookBatas wilayah RI dipersempit hanya pada kantong-kantong kecil di Jawa dan Sumatera.Indonesia kehilangan banyak wilayah produktif yang dikuasai Belanda.
    Plebisit dan Pembentukan RISRencana plebisit di wilayah pendudukan untuk memilih bergabung dengan RI atau negara federal.Dasar pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS) di kemudian hari.
    Penarikan PasukanPasukan Belanda tetap di wilayah pendudukan hingga transfer kedaulatan.Belanda melanggar ini nanti dengan Agresi Militer II.
    Garis Van Mook, Batas antara Wilayah RI dan Daerah Pendudukan Belanda

    kompas.com

    Garis Van Mook, Batas antara Wilayah RI dan Daerah Pendudukan Belanda

    Peta Garis Van Mook sebagai hasil utama Perjanjian Renville, menunjukkan penyempitan wilayah Republik Indonesia.

    Hasil Pertemuan

    Perjanjian Renville ditandatangani pada 17 Januari 1948 oleh Amir Sjarifuddin (Indonesia) dan Abdulkadir Widjojoatmodjo (Belanda), disaksikan KTN. Hasilnya secara politik mengakui Republik Indonesia sebagai pihak yang sah dalam perundingan internasional, tetapi secara teritorial sangat merugikan karena wilayah RI menyusut drastis. Perjanjian ini juga menjadi dasar bagi perundingan selanjutnya, meskipun Belanda melanggarnya dengan Agresi Militer II pada Desember 1948. Bagi Indonesia, hasil ini memicu kritik internal dan jatuhnya Kabinet Amir Sjarifuddin.

    17 Januari dalam Sejarah: Penandatanganan Perjanjian Renville

    voi.id

    17 Januari dalam Sejarah: Penandatanganan Perjanjian Renville

    Penandatanganan Perjanjian Renville pada 17 Januari 1948 di atas USS Renville.

    Kesimpulan

    Perundingan Renville mencerminkan ketangguhan diplomasi Indonesia di tengah tekanan militer yang berat. Meskipun hasilnya dianggap sebagai “kekalahan diplomatik” karena kehilangan wilayah, perundingan ini berhasil mempertahankan eksistensi Republik di panggung internasional dan membuka jalan bagi pengakuan kedaulatan penuh pada Konferensi Meja Bundar 1949. Peristiwa ini mengajarkan bahwa diplomasi memerlukan strategi cerdas, kesabaran, dan dukungan internasional untuk melawan agresi kolonial.

    Daftar Pustaka

    1. Buku: Marwati Djoened Poesponegoro & Nugroho Notosusanto (ed.). Sejarah Nasional Indonesia Jilid VI. Balai Pustaka, 2008.
    2. Buku: M.C. Ricklefs. A History of Modern Indonesia since c. 1200. Stanford University Press, 2008.
    3. Website: “Perjanjian Renville: Latar Belakang, Isi, dan Hasil”. Kompas.com. Diakses dari https://www.kompas.com/stori/read/2022/01/23/181239178/perjanjian-renville-isi-tokoh-latar-belakang-dan-dampaknya-bagi-kedaulatan (23 Januari 2022).
    4. Website: Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). “Perundingan Renville”. Diakses dari https://www.anri.go.id.
    5. Website: “Perjanjian Renville 17 Januari 1948”. Detik.com. Diakses dari https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5686374/perjanjian-renville-dilakukan-di-mana-ini-latar-belakang-dan-hasilnya (diakses 2023).
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Rifa Sani

    Related Posts

    Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka

    March 22, 2026

    Komik : Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura

    March 22, 2026

    Kesultanan Malaka: Gerbang Emas Nusantara yang Tak Terlupakan

    March 7, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Recent Posts
    • Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka
    • Komik : Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura
    • Kesultanan Malaka: Gerbang Emas Nusantara yang Tak Terlupakan
    • Komik : Kesultanan Banjar (Kesultanan Banjar: Peninggalan Sejarah dan Filosofi Hidup Masyarakatnya)
    • Komik : Kesultanan Banten (Banten Glory and Betrayal)
    • Komik : Kesultanan Aceh Darussalam (The Evolution of Acehnese Governance and Maritime Influence)
    • Komik : Mataram Islam: Dari Alas Mentaok hingga Perjanjian Giyanti
    Sosial Media
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube
    • Soundcloud
    • TikTok
    • WhatsApp
    Latest Posts

    Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka

    March 22, 202616 Views

    Komik : Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura

    March 22, 20268 Views

    Kesultanan Malaka: Gerbang Emas Nusantara yang Tak Terlupakan

    March 7, 202618 Views

    Komik : Kesultanan Banjar (Kesultanan Banjar: Peninggalan Sejarah dan Filosofi Hidup Masyarakatnya)

    March 4, 202610 Views
    Don't Miss
    Artikel

    Masuknya Islam Di Nusantara

    By Rifa SaniFebruary 8, 202685

    PENGANTAR Proses masuknya Islam ke Nusantara tidak terjadi melalui penaklukan militer, melainkan melalui jalur perdagangan…

    Peristiwa Rengasdengklok: Kronologi Penculikan Dramatis yang Mempercepat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

    February 13, 2026

    Peristiwa Rapat Besar di Lapangan Ikada: Kronologi yang Menggelorakan Semangat Revolusi Indonesia

    February 13, 2026
    Demo
    Archives
    About Us
    About Us

    We're accepting new partnerships right now.

    Recent
    • Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka
    • Komik : Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura
    • Kesultanan Malaka: Gerbang Emas Nusantara yang Tak Terlupakan
    • Komik : Kesultanan Banjar (Kesultanan Banjar: Peninggalan Sejarah dan Filosofi Hidup Masyarakatnya)
    • Komik : Kesultanan Banten (Banten Glory and Betrayal)
    • Komik : Kesultanan Aceh Darussalam (The Evolution of Acehnese Governance and Maritime Influence)
    Most Popular

    Masuknya Islam Di Nusantara

    February 8, 2026565 Views

    Peristiwa Rengasdengklok: Kronologi Penculikan Dramatis yang Mempercepat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

    February 13, 2026394 Views

    Peristiwa Rapat Besar di Lapangan Ikada: Kronologi yang Menggelorakan Semangat Revolusi Indonesia

    February 13, 2026238 Views
    Facebook Instagram YouTube WhatsApp TikTok RSS
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Powered by
    ►
    Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
    None
    ►
    Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
    None
    ►
    Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
    None
    ►
    Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
    None
    ►
    Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
    None
    Powered by