Close Menu
    What's Hot

    Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka

    March 22, 2026

    Komik : Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura

    March 22, 2026

    Kesultanan Malaka: Gerbang Emas Nusantara yang Tak Terlupakan

    March 7, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Cerita Saja
    • Home
    • Profil
    • Artikel
      • Kelas
        • Kelas X
        • Kelas XI
        • Kelas XII
      • Legenda
      • Tradisi
      • Mitos
      • Misteri
      • Kota
      • Perundingan/Perjanjian
    • Tokoh
    • Sastra
      • Kitab / Kakawin
      • Suluk
      • Babad
      • Hikayat
    • Komik
    • Kuis
    • Download
      • E-Book
      • Buku Pelajaran
      • Karya Siswa
      • RPP / MODUL AJAR
      • Infografis
      • Slide Presentasi
      • Login
    SoundCloud RSS
    Cerita Saja
    Home»Artikel»Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Agresi Militer Belanda I dan II
    Artikel

    Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Agresi Militer Belanda I dan II

    Rifa SaniBy Rifa SaniFebruary 16, 2026No Comments5 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Pengantar Umum

    Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Belanda berupaya merebut kembali kendali atas Indonesia melalui dua agresi militer besar. Agresi Militer Belanda I (disebut Operasi Produk oleh Belanda) dilancarkan pada 21 Juli 1947, sementara Agresi Militer Belanda II (Operasi Gagak) pada 19 Desember 1948. Kedua agresi ini bertujuan menghancurkan Republik Indonesia, tetapi justru memicu perlawanan heroik rakyat melalui taktik gerilya dan serangan balasan, serta mempercepat dukungan internasional melalui Dewan Keamanan PBB. Perjuangan ini menggabungkan kekuatan militer dengan diplomasi, akhirnya membawa pengakuan kedaulatan pada 1949.

    21-7-1947: Agresi Militer Belanda I dan Politik Adu Domba

    liputan6.com

    21-7-1947: Agresi Militer Belanda I dan Politik Adu Domba

    Konvoi pasukan Belanda selama masa agresi militer di Jawa (ilustrasi umum periode 1947-1949).

    Agresi Militer Belanda I (Operasi Produk, 21 Juli – 5 Agustus 1947)

    Pengantar

    Agresi Militer Belanda I, yang dikenal sebagai “Politionele Actie” pertama, dimulai pada 21 Juli 1947 dengan serangan mendadak terhadap wilayah Republik Indonesia. Tujuan utama Belanda adalah merebut daerah-daerah ekonomi strategis seperti perkebunan dan kota-kota besar untuk melemahkan Republik secara finansial dan militer. Agresi ini melanggar Perjanjian Linggarjati (1947) yang baru saja ditandatangani, dan memicu kecaman internasional yang membawa kepada intervensi PBB.

    KPU PAPUAPEGUNUNGAN - Mengungkap Fakta Agresi Militer Belanda I 1947:  Serangan Kolonial yang Mengguncang Republik Muda Indonesia

    papuapegunungan.kpu.go.id

    KPU PAPUAPEGUNUNGAN – Mengungkap Fakta Agresi Militer Belanda I 1947: Serangan Kolonial yang Mengguncang Republik Muda Indonesia

    Pasukan Belanda dalam konvoi militer selama Operasi Produk 1947.

    Tokoh-Tokoh yang Terlibat

    PihakNama Tokoh UtamaPeran dan Latar BelakangIlustrasi Terkait
    IndonesiaJenderal SudirmanPanglima Besar TNI; memimpin perlawanan gerilya awal.Ini Rute Perang Gerilya Jenderal Soedirman, Mulai dari Yogyakarta ke Pacitandetik.comIni Rute Perang Gerilya Jenderal Soedirman, Mulai dari Yogyakarta ke Pacitan Jenderal Sudirman dalam perang gerilya (meski lebih intens pada Agresi II, ia aktif sejak Agresi I).
    IndonesiaSutan SjahrirPerdana Menteri; memimpin diplomasi pasca-agresi.–
    BelandaLetjen Simon Hendrik SpoorPanglima Tertinggi Pasukan Belanda; merencanakan operasi.–
    BelandaHubertus van MookLetnan Gubernur Jenderal; arsitek politik agresi.–

    Tokoh-tokoh seperti Sudirman menjadi simbol perlawanan fisik dengan memerintahkan taktik bumi hangus dan gerilya, sementara Sjahrir fokus pada jalur diplomasi untuk mendapatkan simpati dunia.

    Lokasi Utama

    Agresi ini terfokus pada wilayah ekonomi produktif di Jawa Barat (Bandung, Tasikmalaya), Jawa Tengah (Semarang, Solo), Jawa Timur (Surabaya, Malang), dan Sumatera (Medan, Padang, Palembang). Belanda berhasil menduduki kota-kota besar dalam waktu singkat.

    21 Juli diperingati sebagai “Operatie Product” atau yang dikenal di  Indonesia dengan nama Agresi Militer Belanda I – Media Daulat Rakyat

    daulatrakyatco.co.id

    21 Juli diperingati sebagai “Operatie Product” atau yang dikenal di Indonesia dengan nama Agresi Militer Belanda I – Media Daulat Rakyat

    Kolonne militer Belanda di Jawa selama Agresi I.

    Jalannya Agresi dan Perlawanan

    Belanda mengerahkan sekitar 100.000 tentara dengan serangan udara dan darat, merebut kota-kota dalam hitungan minggu. Indonesia merespons dengan taktik bumi hangus (membakar fasilitas agar tidak jatuh ke tangan musuh) dan gerilya di pedesaan di bawah komando Sudirman. Perlawanan sengit membuat Belanda gagal menguasai sepenuhnya.

    Agresi Militer Belanda I: Sebab dan Kronologi Serangan

    cnnindonesia.com

    Agresi Militer Belanda I: Sebab dan Kronologi Serangan

    Pasukan Belanda bergerak maju selama Operasi Produk.

    Putusan Penting

    Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi pada 1 Agustus 1947 yang menuntut gencatan senjata, diikuti pembentukan Komisi Tiga Negara (KTN). Ini mengarah pada Perjanjian Renville pada 17 Januari 1948.

    Mengenal USS Renville, Kapal Perang Tempat Ditandatanganinya Perjanjian  Renville - Page 2 of 5 - HobbyMiliter.com

    hobbymiliter.com

    Mengenal USS Renville, Kapal Perang Tempat Ditandatanganinya Perjanjian Renville – Page 2 of 5 – HobbyMiliter.com

    Penandatanganan Perjanjian Renville di atas kapal USS Renville.

    Hasil

    Belanda menduduki wilayah luas, tetapi wilayah Republik menyusut drastis (Garis van Mook). Namun, agresi ini meningkatkan dukungan internasional bagi Indonesia dan melemahkan posisi Belanda secara moral.

    Mengulas Perjanjian Renville, Upaya Penyelesaian Konflik dengan Belanda –  priangan.com

    priangan.com

    Mengulas Perjanjian Renville, Upaya Penyelesaian Konflik dengan Belanda – priangan.com

    Suasana perundingan Renville sebagai hasil diplomasi pasca-Agresi I.

    Agresi Militer Belanda II (Operasi Gagak, 19 Desember 1948)

    Pengantar

    Agresi Militer Belanda II dilancarkan pada 19 Desember 1948 sebagai respons atas kegagalan diplomasi dan keinginan Belanda menghancurkan Republik sepenuhnya. Serangan ini lebih brutal, menargetkan ibu kota Yogyakarta dan menangkap pemimpin nasional, tetapi memicu perlawanan gerilya masif dan kecaman dunia yang lebih kuat.

    Agresi Militer Belanda II - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

    id.wikipedia.org

    Agresi Militer Belanda II – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

    Pasukan Belanda memasuki Yogyakarta selama Agresi II.

    Tokoh-Tokoh yang Terlibat

    PihakNama Tokoh UtamaPeran dan Latar BelakangIlustrasi Terkait
    IndonesiaJenderal SudirmanMemimpin gerilya nasional meskipun sakit parah.Jenderal Sudirman, Panglima Besar yang Tak Pernah Menyerah - UNESCOunesco.or.idJenderal Sudirman, Panglima Besar yang Tak Pernah Menyerah – UNESCO Jenderal Sudirman dalam kondisi sakit memimpin gerilya.
    IndonesiaLetkol SoehartoMemimpin Serangan Umum 1 Maret 1949.General Offensive of 1 March 1949 - Wikipediaen.wikipedia.orgGeneral Offensive of 1 March 1949 – Wikipedia Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949.
    IndonesiaSoekarno & Mohammad HattaDitangkap Belanda; menjadi simbol perjuangan.Tepat Hari ini, suatu subuh 68 Tahun lalu, Lapangan Terbang Maguwo  Yogyakarta dihujani bom oleh Belandarayaberita.wordpress.comTepat Hari ini, suatu subuh 68 Tahun lalu, Lapangan Terbang Maguwo Yogyakarta dihujani bom oleh Belanda Ilustrasi penangkapan pemimpin RI.
    BelandaLetjen Simon Hendrik SpoorPanglima operasi; tewas tak lama setelah agresi.–

    Tokoh seperti Sudirman dan Soeharto menjadi ikon perlawanan gerilya dan serangan balasan yang membuktikan Republik masih eksis.

    Lokasi Utama

    Fokus utama pada Yogyakarta sebagai ibu kota Republik, dengan serangan udara pagi hari dan pendudukan cepat. Gerilya tersebar di pedesaan Jawa dan Sumatera.

    19-12-1948: Belanda Gempur Yogya, Sukarno-Hatta Ditangkap

    liputan6.com

    19-12-1948: Belanda Gempur Yogya, Sukarno-Hatta Ditangkap

    Tank Belanda memasuki Yogyakarta pada Agresi II.

    Jalannya Agresi dan Perlawanan

    Belanda menyerang subuh dengan parasut dan bom, menduduki Yogyakarta serta menangkap Soekarno-Hatta. TNI di bawah Sudirman melancarkan gerilya selama tujuh bulan, diikuti Serangan Umum 1 Maret 1949 oleh Soeharto yang merebut Yogyakarta enam jam untuk membuktikan kepada dunia bahwa Republik hidup.

    Serangan Umum 1 Maret 1949: Enam jam TNI menguasai Yogyakarta - Warta  Bulukumba

    wartabulukumba.pikiran-rakyat.com

    Serangan Umum 1 Maret 1949: Enam jam TNI menguasai Yogyakarta – Warta Bulukumba

    Pasukan TNI setelah Serangan Umum 1 Maret 1949.

    Putusan Penting

    Resolusi DK PBB 28 Januari 1949 menuntut pembebasan pemimpin RI dan pemulihan pemerintahan. Ini mengarah pada Perjanjian Roem-Royen (7 Mei 1949).

    Apa Itu Perjanjian Roem-Royen? Sejarahnya Diperingati Setiap 7 Mei

    news.detik.com

    Apa Itu Perjanjian Roem-Royen? Sejarahnya Diperingati Setiap 7 Mei

    Suasana perundingan Roem-Royen.

    Hasil

    Agresi ini gagal total karena perlawanan gerilya melemahkan Belanda, dan tekanan internasional (termasuk ancaman AS menghentikan Marshall Plan) memaksa mundur. Membuka jalan bagi Konferensi Meja Bundar dan pengakuan kedaulatan.

    Roem–Van Roijen Agreement - Wikipedia

    en.wikipedia.org

    Roem–Van Roijen Agreement – Wikipedia

    Delegasi Roem-Royen sebagai hasil akhir Agresi II.

    Kesimpulan

    Dua agresi militer Belanda menunjukkan ketangguhan bangsa Indonesia: Agresi I memicu diplomasi awal melalui Renville, sementara Agresi II mempercepat pengakuan kedaulatan melalui gerilya Sudirman dan Serangan Umum 1 Maret. Perjuangan ini membuktikan bahwa semangat persatuan dan strategi cerdas dapat mengalahkan kekuatan kolonial, menjadi inspirasi perlawanan dekolonisasi dunia.

    Daftar Pustaka

    1. Buku: Marwati Djoened Poesponegoro & Nugroho Notosusanto (ed.). Sejarah Nasional Indonesia Jilid VI. Balai Pustaka, 2008.
    2. Buku: M.C. Ricklefs. A History of Modern Indonesia since c. 1200. Stanford University Press, 2001.
    3. Website: “Agresi Militer Belanda I dan II”. Kompaspedia. https://kompaspedia.kompas.id.
    4. Website: “Serangan Umum 1 Maret 1949”. Historia.id.
    5. Website: “Perjanjian Renville dan Roem-Royen”. Tirto.id.
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Rifa Sani

    Related Posts

    Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka

    March 22, 2026

    Komik : Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura

    March 22, 2026

    Kesultanan Malaka: Gerbang Emas Nusantara yang Tak Terlupakan

    March 7, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Recent Posts
    • Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka
    • Komik : Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura
    • Kesultanan Malaka: Gerbang Emas Nusantara yang Tak Terlupakan
    • Komik : Kesultanan Banjar (Kesultanan Banjar: Peninggalan Sejarah dan Filosofi Hidup Masyarakatnya)
    • Komik : Kesultanan Banten (Banten Glory and Betrayal)
    • Komik : Kesultanan Aceh Darussalam (The Evolution of Acehnese Governance and Maritime Influence)
    • Komik : Mataram Islam: Dari Alas Mentaok hingga Perjanjian Giyanti
    Sosial Media
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube
    • Soundcloud
    • TikTok
    • WhatsApp
    Latest Posts

    Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka

    March 22, 202616 Views

    Komik : Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura

    March 22, 20268 Views

    Kesultanan Malaka: Gerbang Emas Nusantara yang Tak Terlupakan

    March 7, 202618 Views

    Komik : Kesultanan Banjar (Kesultanan Banjar: Peninggalan Sejarah dan Filosofi Hidup Masyarakatnya)

    March 4, 202610 Views
    Don't Miss
    Artikel

    Masuknya Islam Di Nusantara

    By Rifa SaniFebruary 8, 202685

    PENGANTAR Proses masuknya Islam ke Nusantara tidak terjadi melalui penaklukan militer, melainkan melalui jalur perdagangan…

    Peristiwa Rengasdengklok: Kronologi Penculikan Dramatis yang Mempercepat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

    February 13, 2026

    Peristiwa Rapat Besar di Lapangan Ikada: Kronologi yang Menggelorakan Semangat Revolusi Indonesia

    February 13, 2026
    Demo
    Archives
    About Us
    About Us

    We're accepting new partnerships right now.

    Recent
    • Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka
    • Komik : Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura
    • Kesultanan Malaka: Gerbang Emas Nusantara yang Tak Terlupakan
    • Komik : Kesultanan Banjar (Kesultanan Banjar: Peninggalan Sejarah dan Filosofi Hidup Masyarakatnya)
    • Komik : Kesultanan Banten (Banten Glory and Betrayal)
    • Komik : Kesultanan Aceh Darussalam (The Evolution of Acehnese Governance and Maritime Influence)
    Most Popular

    Masuknya Islam Di Nusantara

    February 8, 2026565 Views

    Peristiwa Rengasdengklok: Kronologi Penculikan Dramatis yang Mempercepat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

    February 13, 2026394 Views

    Peristiwa Rapat Besar di Lapangan Ikada: Kronologi yang Menggelorakan Semangat Revolusi Indonesia

    February 13, 2026238 Views
    Facebook Instagram YouTube WhatsApp TikTok RSS
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Powered by
    ►
    Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
    None
    ►
    Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
    None
    ►
    Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
    None
    ►
    Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
    None
    ►
    Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
    None
    Powered by