Kesultanan Banjar merupakan salah satu kerajaan Islam paling berpengaruh di Nusantara yang berdiri sejak awal abad ke-16 hingga awal abad ke-20, tepatnya antara tahun 1520 hingga 1905. Didirikan oleh Pangeran Samudera yang kemudian memeluk Islam dan bergelar Sultan Suriansyah, kerajaan ini berpusat di wilayah Kalimantan Selatan dan sempat beberapa kali mengalami perpindahan ibu kota, dengan Martapura sebagai lokasi terakhirnya.
Selama hampir lima abad perjalanannya, Kesultanan Banjar mencapai puncak kejayaan pada abad ke-17 di bawah pemerintahan Sultan Mustain Billah, di mana Banjarmasin menjadi penghasil lada terbesar di Indonesia bagian tengah dan bandar perdagangan strategis yang menarik minat pedagang internasional. Keberagaman komoditas seperti emas, intan, dan hasil hutan semakin memperkokoh posisi ekonomi kerajaan ini di mata dunia.
Identitas Kesultanan Banjar sangat lekat dengan nilai-nilai Islam yang mendalam, yang diperkuat oleh peran ulama besar seperti Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, pengarang kitab hukum fikih termasyhur, Sabilal Muhtadin. Islam bukan sekadar agama, melainkan telah menyatu dalam filosofi hidup masyarakatnya melalui prinsip-prinsip seperti Baiman (beriman), Bauntung (memiliki keterampilan), dan semangat Haram Manyarah, Waja Sampai Kaputing (pantang menyerah, tegar hingga akhir).
Namun, sejarah Banjar juga diwarnai dengan konflik panjang melawan kolonialisme Belanda. Ketidaksukaan terhadap monopoli perdagangan dan campur tangan Belanda dalam urusan internal istana memicu meletusnya Perang Banjar (1859–1906), salah satu perang terlama di Nusantara. Perjuangan ini dipimpin oleh tokoh-tokoh besar seperti Pangeran Antasari, yang dengan gigih mempertahankan kedaulatan tanah Banjar hingga akhir hayatnya.
Melalui pembacaan sumber-sumber ini, Anda akan menemukan bukti-bukti kebesaran masa lalu, mulai dari peninggalan fisik seperti masjid-masjid tua dan makam para sultan, hingga warisan tradisi yang masih hidup seperti Madihin, Musik Panting, dan upacara Baayun Maulid. Selamat mendalami kemegahan sejarah dan keteguhan jiwa rakyat Banjar.
