Close Menu
    What's Hot

    Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka

    March 22, 2026

    Komik : Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura

    March 22, 2026

    Kesultanan Malaka: Gerbang Emas Nusantara yang Tak Terlupakan

    March 7, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Cerita Saja
    • Home
    • Profil
    • Artikel
      • Kelas
        • Kelas X
        • Kelas XI
        • Kelas XII
      • Legenda
      • Tradisi
      • Mitos
      • Misteri
      • Kota
      • Perundingan/Perjanjian
    • Tokoh
    • Sastra
      • Kitab / Kakawin
      • Suluk
      • Babad
      • Hikayat
    • Komik
    • Kuis
    • Download
      • E-Book
      • Buku Pelajaran
      • Karya Siswa
      • RPP / MODUL AJAR
      • Infografis
      • Slide Presentasi
      • Login
    SoundCloud RSS
    Cerita Saja
    Home»Artikel»Perang Paregreg : Pecahnya Majapahit
    Artikel

    Perang Paregreg : Pecahnya Majapahit

    Rifa SaniBy Rifa SaniFebruary 5, 2026Updated:February 10, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Berikut adalah analisis mendalam mengenai detail kronologi, intrik politik, hingga keterlibatan kekuatan asing.

    I. Anatomi Konflik: Dualisme Kepemimpinan

    Setelah Gajah Mada wafat (1364) dan Hayam Wuruk menyusul (1389), Majapahit kehilangan “perekat” utamanya. Sistem pembagian wilayah yang awalnya dimaksudkan untuk efisiensi administrasi justru menjadi bumerang.

    Pembagian Wilayah (Kedaton)

    1. Kedaton Kulon (Barat): Berpusat di Trowulan. Dipimpin oleh Vikramawardhana. Secara legalitas formal, ia adalah penguasa sah karena menikahi Kusumawardhani (putri mahkota Hayam Wuruk).
    2. Kedaton Wetan (Timur): Berpusat di daerah Blambangan (Banyuwangi hingga Panarukan). Dipimpin oleh Bhre Wirabhumi. Meskipun anak selir, ia merasa memiliki hak karena secara biologis adalah putra langsung Hayam Wuruk dan secara de facto menguasai jalur perdagangan maritim di timur Jawa.

    II. Eskalasi dan Intervensi Asing (Dinasti Ming)

    Salah satu faktor yang membuat Bhre Wirabhumi begitu berani menantang pusat adalah dukungannya dari Dinasti Ming (Tiongkok).

    Pada tahun 1403, Kaisar Yongle dari Tiongkok mengirim utusan untuk mengakui Bhre Wirabhumi sebagai raja yang setara dengan Vikramawardhana. Bagi Tiongkok, memecah Majapahit menjadi dua kekuatan kecil jauh lebih menguntungkan daripada berhadapan dengan satu imperium besar yang dominan di laut.

    Pemicu Utama (1404):

    Gesekan pecah saat Bhre Wirabhumi mulai memungut pajak dari wilayah-wilayah yang seharusnya menyetor ke Trowulan. Vikramawardhana menganggap ini sebagai pemberontakan (makar), sementara Wirabhumi menganggapnya sebagai hak kedaulatan.

    III. Jalannya Pertempuran (1404–1406)

    Perang ini disebut Paregreg karena polanya yang menyerupai pasang surut air laut—terjadi berkali-kali dengan intensitas yang meningkat.

    • Fase Awal (1404-1405): Pertempuran terjadi di wilayah perbatasan (sekitar Sedayu dan Gresik). Pasukan Timur sempat memberikan perlawanan sengit karena memiliki keunggulan armada laut.
    • Fase Puncak (1406): Vikramawardhana mengerahkan pasukan gabungan besar-besaran yang dipimpin oleh menantunya, Bhre Tumapel. Mereka melakukan manuver “penjepitan” dari darat dan laut menuju pusat pertahanan Timur di Blambangan.
    • Kejatuhan Kedaton Wetan: Benteng pertahanan Wirabhumi hancur. Dalam kepanikan, Wirabhumi melarikan diri menggunakan perahu nelayan namun dikejar dan ditangkap oleh Raden Gajah (Bhra Narapada). Ia dieksekusi di tempat, dan kepalanya dibawa ke pusat untuk diarak.

    IV. Insiden Berdarah dengan Utusan Tiongkok

    Di tengah berkecamuknya perang di Kedaton Wetan, armada besar Laksamana Cheng Ho kebetulan sedang berada di sana. Tragisnya, sekitar 170 orang anak buah Cheng Ho yang sedang berada di pasar terbunuh oleh pasukan Barat (Vikramawardhana) karena salah duga (disangka pasukan bantuan untuk Timur).

    Konsekuensi Diplomatik:

    Kaisar Ming murka. Vikramawardhana dipaksa membayar denda sebanyak 60.000 tahil emas. Meskipun akhirnya denda tersebut dikurangi, peristiwa ini menguras habis cadangan emas Majapahit yang saat itu sudah menipis akibat biaya perang.

    V. Dampak Jangka Panjang: Runtuhnya Hegemoni

    Perang Paregreg adalah titik di mana Majapahit kehilangan “taringnya” di mata dunia.

    1. Krisis Suksesi Berlanjut: Dendam antara keturunan Barat dan Timur terus berlanjut di bawah permukaan, menciptakan ketidakstabilan permanen di istana.
    2. Lepasnya Wilayah Vassal: Negara-negara bawahan di Sumatera (seperti Palembang dan Melayu) serta di Semenanjung Malaya melihat kelemahan ini dan mulai menyatakan kemerdekaan atau beralih perlindungan ke Tiongkok.
    3. Hancurnya Struktur Ekonomi: Sawah-sawah terbengkalai karena petani dipaksa menjadi prajurit, dan jalur perdagangan pelabuhan Jawa menjadi tidak aman, membuat pedagang internasional berpindah ke pelabuhan baru: Malaka.

    Kesimpulan

    Perang Paregreg membuktikan bahwa musuh terbesar sebuah imperium besar bukanlah serangan dari luar, melainkan ego dan perebutan kekuasaan dari dalam. Majapahit tidak langsung runtuh setelah 1406, namun ia hidup sebagai “raksasa yang sakit” hingga benar-benar tumbang pada akhir abad ke-15.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Rifa Sani

    Related Posts

    Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka

    March 22, 2026

    Komik : Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura

    March 22, 2026

    Kesultanan Malaka: Gerbang Emas Nusantara yang Tak Terlupakan

    March 7, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Recent Posts
    • Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka
    • Komik : Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura
    • Kesultanan Malaka: Gerbang Emas Nusantara yang Tak Terlupakan
    • Komik : Kesultanan Banjar (Kesultanan Banjar: Peninggalan Sejarah dan Filosofi Hidup Masyarakatnya)
    • Komik : Kesultanan Banten (Banten Glory and Betrayal)
    • Komik : Kesultanan Aceh Darussalam (The Evolution of Acehnese Governance and Maritime Influence)
    • Komik : Mataram Islam: Dari Alas Mentaok hingga Perjanjian Giyanti
    Sosial Media
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube
    • Soundcloud
    • TikTok
    • WhatsApp
    Latest Posts

    Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka

    March 22, 202619 Views

    Komik : Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura

    March 22, 202614 Views

    Kesultanan Malaka: Gerbang Emas Nusantara yang Tak Terlupakan

    March 7, 202620 Views

    Komik : Kesultanan Banjar (Kesultanan Banjar: Peninggalan Sejarah dan Filosofi Hidup Masyarakatnya)

    March 4, 202610 Views
    Don't Miss
    Artikel

    Masuknya Islam Di Nusantara

    By Rifa SaniFebruary 8, 202685

    PENGANTAR Proses masuknya Islam ke Nusantara tidak terjadi melalui penaklukan militer, melainkan melalui jalur perdagangan…

    Peristiwa Rengasdengklok: Kronologi Penculikan Dramatis yang Mempercepat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

    February 13, 2026

    Peristiwa Rapat Besar di Lapangan Ikada: Kronologi yang Menggelorakan Semangat Revolusi Indonesia

    February 13, 2026
    Demo
    Archives
    About Us
    About Us

    We're accepting new partnerships right now.

    Recent
    • Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka
    • Komik : Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura
    • Kesultanan Malaka: Gerbang Emas Nusantara yang Tak Terlupakan
    • Komik : Kesultanan Banjar (Kesultanan Banjar: Peninggalan Sejarah dan Filosofi Hidup Masyarakatnya)
    • Komik : Kesultanan Banten (Banten Glory and Betrayal)
    • Komik : Kesultanan Aceh Darussalam (The Evolution of Acehnese Governance and Maritime Influence)
    Most Popular

    Masuknya Islam Di Nusantara

    February 8, 2026768 Views

    Peristiwa Rengasdengklok: Kronologi Penculikan Dramatis yang Mempercepat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

    February 13, 2026411 Views

    Peristiwa Rapat Besar di Lapangan Ikada: Kronologi yang Menggelorakan Semangat Revolusi Indonesia

    February 13, 2026246 Views
    Facebook Instagram YouTube WhatsApp TikTok RSS
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Powered by
    ►
    Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
    None
    ►
    Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
    None
    ►
    Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
    None
    ►
    Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
    None
    ►
    Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
    None
    Powered by