Subscribe to Updates
Get the latest creative news from SmartMag about art & design.
Author: Rifa Sani
Selama puluhan tahun, buku-buku pelajaran sejarah menetapkan Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur dan Kerajaan Tarumanagara di Jawa Barat sebagai pembuka gerbang sejarah Indonesia pada abad ke-4 dan ke-5 Masehi. Namun, muncul sebuah klaim kuat mengenai keberadaan Kerajaan Salakanagara di Jawa Barat yang disebutkan telah berdiri sejak tahun 130 Masehi, atau sekitar 200 tahun lebih awal dari Kutai. Dalam materi ini, Anda akan mengeksplorasi beberapa poin krusial: Materi ini mengajak Anda untuk tidak sekadar membaca urutan peristiwa, tetapi juga menjadi “detektif sejarah” yang kritis dalam membedakan antara fakta arkeologis, hipotesis sejarah, dan mitologi. Selamat membaca dan memperkaya cakrawala pemikiran Anda mengenai…
Di bawah terik matahari Surabaya yang membakar, Jalan Tunjungan nomor 65 berdiri dengan kemegahan arsitektur Barat yang kontras dengan hiruk-pikuk perjuangan di sekitarnya. Hotel tersebut, yang dibangun oleh Lucas Martin Sarkies pada tahun 1910, pernah menjadi simbol kemewahan kolonial di mana tokoh dunia seperti Charlie Chaplin pernah menginjakkan kaki di lobinya yang bergaya art deco. Namun, pada pagi hari tanggal 19 September 1945, kemegahan itu berubah menjadi panggung ketegangan yang akan mengubah jalannya sejarah Indonesia.Suasana kota yang seharusnya merayakan kemerdekaan yang baru diproklamasikan sebulan sebelumnya, mendadak mencekam ketika arek-arek Surabaya melihat bendera Merah-Putih-Biru berkibar angkuh di puncak menara hotel. Tindakan…
Pertempuran Surabaya yang meletus pada 10 November 1945 bukan sekadar bentrokan militer biasa, melainkan simbol puncak perlawanan heroik rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan yang baru saja diproklamasikan. Peristiwa yang dikenal sebagai salah satu pertempuran paling sengit dalam sejarah revolusi nasional ini dipicu oleh serangkaian ketegangan antara pejuang Indonesia dengan pasukan Sekutu (Inggris), yang memuncak setelah tewasnya Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby di Gedung Internatio pada 30 Oktober 1945. Kematian perwira tinggi Inggris tersebut membuat pihak Sekutu geram dan mengeluarkan ultimatum keras pada 9 November 1945 yang memerintahkan seluruh rakyat Surabaya untuk menyerah tanpa syarat serta menyerahkan senjata mereka. Penolakan tegas para…
Semarang, Oktober 1945. Di bawah bayang-bayang kegelisahan pasca-proklamasi, kota pelabuhan ini bagaikan tungku yang siap meledak. Aroma laut yang terbawa angin dari Pantai Baruna beradu dengan ketegangan di setiap barikade jalanan, di mana para pemuda dan Badan Keamanan Rakyat (BKR) bersiaga menghadapi pasukan Jepang yang masih bercokol di markas Kidobutai Jatingaleh. Di lorong-lorong sempit, kaum gelandangan yang hafal setiap sudut kota bergerak sebagai informan senyap, mengawasi gerak-gerik musuh yang menolak menyerahkan senjata mereka.Krisis mencapai puncaknya ketika kabar mengenai peracunan Reservoir Siranda, satu-satunya sumber air minum kota, menyebar dan membakar amarah rakyat. Di tengah situasi yang berada di ujung tanduk ini,…
Sumber-sumber ini membahas Pertempuran Ambarawa sebagai salah satu peristiwa krusial dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia melawan Sekutu dan NICA. Konflik ini dipicu oleh pelanggaran kesepakatan oleh pihak asing yang justru mempersenjatai mantan tawanan perang di wilayah Magelang dan Ambarawa. Narasi menyoroti kepemimpinan Kolonel Sudirman yang mengambil alih komando setelah gugurnya Letkol Isdiman dalam serangan udara. Sudirman menerapkan strategi pengepungan ganda yang dikenal sebagai taktik Supit Urang untuk menjepit posisi musuh dari berbagai sisi secara serentak. Kemenangan gemilang pada 15 Desember 1945 tersebut tidak hanya mengusir pasukan Inggris ke Semarang, tetapi juga mengukuhkan Sudirman sebagai Panglima Besar pertama Indonesia. Hingga kini, peristiwa bersejarah ini diabadikan melalui Monumen Palagan Ambarawa dan diperingati sebagai Hari Juang…
Pernah nggak sih kamu bayangin ada satu tempat di Nusantara yang level kerennya setara sama pusat dunia di abad ke-13? Nah, sebelum kamu buka komik “Kesultanan Samudera Pasai”, siap-siap buat masuk ke era di mana Aceh jadi global hub paling sibuk! Komik ini bakal nampilin visual yang fresh banget tentang Sultan Malik as-Saleh yang jenius dalam menyatukan kekuatan dan membangun ekonomi. Kamu bakal ngerasain vibes pelabuhan internasional yang super padat, tempat bertemunya para pelancong dunia kayak Ibnu Batutah sama pedagang lintas samudra. Ini bukan cuma soal sejarah penyebaran agama yang adem, tapi soal gimana sebuah kerajaan kecil bisa bertransformasi jadi…
Pernah terpikir nggak sih kalau “titik nol” sejarah Islam di Nusantara itu punya vibes yang se-epik film petualangan laut? Nah, sebelum kamu buka komik “Kesultanan Perlak”, siap-siap buat terpesona sama kerajaan pelabuhan paling legendaris di ujung Sumatera ini. Komik ini nggak bakal kasih kamu teks sejarah yang kaku, tapi visual yang fresh tentang gimana Perlak jadi melting pot keren tempat pedagang dari Arab, Persia, sampai Gujarat ngumpul. Kamu bakal ngelihat gimana proses akulturasi budaya yang damai dan cerdas bisa ngebentuk sebuah kesultanan besar yang jadi pionir peradaban Islam di Asia Tenggara. Ini adalah kisah tentang keterbukaan pikiran dan strategi perdagangan…
Pernah ngerasa drama perebutan takhta di film-film sudah yang paling seru? Tunggu sampai kamu buka komik “Sunan Kudus and the Power Struggle of Demak”. Komik ini bakal ngebawa kamu ke “pusat badai” politik paling panas di tanah Jawa abad ke-16, di mana Kerajaan Demak lagi diuji habis-habisan pasca gugurnya Sultan Trenggana. Isinya bukan cuma soal dakwah yang adem, tapi penuh dengan intrik circle istana, strategi militer yang jenius, sampai ketegangan antar-tokoh hebat kayak Arya Penangsang dan Sunan Prawoto. Lewat visual yang fresh dan kekinian, kamu bakal ngelihat gimana Sunan Kudus yang super cerdas harus berdiri di tengah pusaran konflik besar…
Pernah nggak sih kamu mikir gimana ceritanya Indonesia bisa jadi negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia? Nah, komik “The Arrival and Evolution of Islam in the Indonesian Archipelago” ini bakal ngajak kamu time travel ke masa lalu dengan cara yang seru abis, jauh dari kesan ngebosenin! Bayangin suasana pelabuhan kuno yang ramai, di mana para pedagang dari Arab, Gujarat, sampai Persia datang bukan cuma bawa barang dagangan, tapi juga bawa vibes baru yang damai dan asik. Di sini kamu bakal lihat gimana Islam masuk ke Nusantara lewat jalur “jalur langit” perdagangan, seni wayang, sampai pernikahan yang romantis, tanpa perlu…
Pernah ngerasa kalau drama perebutan kekuasaan di film-film itu sudah yang paling ekstrem? Tunggu sampai kamu buka komik “The Rise and Fall of the Kediri Kingdom”. Komik ini bakal ngebawa kamu ke era paling “estetik” sekaligus penuh intrik di Jawa Timur, di mana Kerajaan Kediri atau Panjalu lagi berada di puncak vibe kejayaannya. Kamu bakal ngelihat gimana sebuah kerajaan nggak cuma jago perang, tapi juga jadi “pusat konten” sastra yang keren banget pada zamannya. Lewat visual yang fresh dan kekinian, kita bakal diajak kenalan sama raja-raja legendaris yang punya ramalan sakti sampai taktik politik yang bikin dahi berkerut tapi seru…