Author: Rifa Sani

Komik “Jejak Waktu Ramadhan” ini dirancang sebagai narasi visual yang mengeksplorasi perjalanan spiritual dan transformasi diri seorang karakter utama dalam menghargai setiap detik di bulan suci, mulai dari hiruk-pikuk persiapan sahur yang penuh khidmat hingga ketenangan sujud di sepertiga malam terakhir.

Read More

Masuki era keemasan Nusantara di abad ke-14, di mana sumpah legendaris Amukti Palapa menjadi fondasi berdirinya sebuah imperium yang menyatukan gugusan pulau di bawah panji Sang Saka Getih-Getah. Dalam pengerjaan komik sejarah ‘Majapahit’ ini, narasikanlah transisi dramatis dari runtuhnya Singasari hingga kecerdikan Raden Wijaya memanfaatkan ked kedatangan tentara Mongol; fokuskan detail visual pada kemegahan arsitektur bata merah Trowulan, struktur hierarki prajurit Bhayangkara yang tangguh, serta aura karismatik Gajah Mada, dengan tetap menjaga keseimbangan antara akurasi fakta sejarah dan dramatisasi visual yang memikat pembaca modern.

Read More

Selamat datang di era fajar peradaban Nusantara, di mana belantara Kalimantan Timur menjadi saksi berdirinya Kutai Martapura sebagai kerajaan Hindu tertua yang memancarkan cahaya aksara pertama melalui tujuh tiang Yupa. Melalui komik ini, kita akan melintasi lorong waktu menuju abad ke-4 Masehi untuk menyaksikan kearifan Maharaja Mulawarman dalam memimpin rakyatnya, meresapi akulturasi budaya yang sakral, serta memahami bagaimana fondasi spiritual dan sosial bangsa ini mulai dipahat di tepi Sungai Mahakam. Persiapkan diri Anda untuk menelusuri jejak-jejak sejarah yang autentik dalam balutan visual yang menghidupkan kembali kejayaan masa lalu yang sempat terkubur oleh waktu.

Read More

Ini adalah buku cerita anak yang lebih panjang dan detail tentang Zainab, putri sulung Rasulullah Muhammad SAW. Cerita ini dibuat dengan bahasa sederhana, penuh hikmah, dan menghormati sejarah Islam. Setiap bab memiliki sekitar 15-20 paragraf panjang, masing-masing berisi 5-7 kalimat. Ada juga kutipan percakapan agar terasa hidup. Ilustrasi disisipkan untuk membantu anak membayangkan cerita. Bab 1: Masa Kecil Zainab di Kota Mekah yang Panas Di kota Mekah yang dikelilingi bukit-bukit pasir tinggi dan matahari yang selalu terik membakar, hidup seorang gadis kecil bernama Zainab binti Muhammad. Ia adalah anak pertama dari pasangan Muhammad dan Khadijah, dua orang yang sangat saling…

Read More

Puasa dalam Islam merupakan salah satu dari lima rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim dewasa yang sehat. Praktik ini melibatkan pantang makan, minum, dan hubungan seksual dari fajar hingga matahari terbenam, terutama selama bulan Ramadan. Sejarah puasa dalam Islam dimulai dari masa awal kenabian Nabi Muhammad SAW dan terus berkembang hingga menjadi bagian integral dari kehidupan umat Muslim di seluruh dunia. Praktik ini tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial, kesehatan, dan historis yang kaya, seperti yang dibahas dalam berbagai sumber akademik dan religius. Asal-Usul Puasa dalam Islam Puasa dalam Islam memiliki akar yang dalam pada…

Read More

Pengantar Kesultanan Bima merupakan salah satu kerajaan Islam tertua di Nusa Tenggara Barat (NTB), Indonesia, yang berlokasi di bagian timur Pulau Sumbawa. Kerajaan ini berdiri pada awal abad ke-17, tepatnya sekitar tahun 1620–1640 M, ketika raja terakhir Kerajaan Bima pra-Islam, La Kai (atau Ma Bata Wadu), memeluk agama Islam dan bergelar Sultan Abdul Kahir sebagai sultan pertama. Proses Islamisasi ini dipengaruhi oleh Kesultanan Gowa-Tallo dari Makassar, yang mengirimkan mubalig untuk menyebarkan Islam di wilayah timur Indonesia. Corak agama Kesultanan Bima adalah Islam Sunni dengan pengaruh kuat dari tradisi Sufi dan adat lokal (Dou Mbojo). Islam tidak menghapus sepenuhnya budaya pra-Islam,…

Read More

Pengantar Serangan Umum 1 Maret 1949 merupakan salah satu puncak heroik dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia melawan penjajahan Belanda pasca-Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948. Saat itu, Belanda berhasil menduduki ibu kota Republik Indonesia di Yogyakarta dan menangkap para pemimpin nasional seperti Soekarno dan Mohammad Hatta, dengan tujuan menghancurkan eksistensi Republik. Namun, atas inisiatif Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan perintah Jenderal Sudirman, Tentara Nasional Indonesia (TNI) melancarkan serangan balasan besar-besaran selama enam jam pada 1 Maret 1949 pukul 06.00 pagi. Serangan ini bukan hanya untuk merebut kembali kota secara sementara, tetapi lebih penting lagi untuk membuktikan kepada dunia internasional…

Read More

Pengantar Umum Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Belanda berupaya merebut kembali kendali atas Indonesia melalui dua agresi militer besar. Agresi Militer Belanda I (disebut Operasi Produk oleh Belanda) dilancarkan pada 21 Juli 1947, sementara Agresi Militer Belanda II (Operasi Gagak) pada 19 Desember 1948. Kedua agresi ini bertujuan menghancurkan Republik Indonesia, tetapi justru memicu perlawanan heroik rakyat melalui taktik gerilya dan serangan balasan, serta mempercepat dukungan internasional melalui Dewan Keamanan PBB. Perjuangan ini menggabungkan kekuatan militer dengan diplomasi, akhirnya membawa pengakuan kedaulatan pada 1949. liputan6.com 21-7-1947: Agresi Militer Belanda I dan Politik Adu Domba Konvoi pasukan Belanda selama masa…

Read More

Pengantar Setelah Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948 yang menangkap para pemimpin Republik Indonesia termasuk Soekarno dan Mohammad Hatta, dunia internasional semakin menekan Belanda untuk menghentikan tindakan militer dan kembali ke jalur diplomasi. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada 28 Januari 1949 mengeluarkan resolusi yang membentuk United Nations Commission for Indonesia (UNCI) sebagai pengganti Committee of Good Offices (Komisi Tiga Negara). UNCI bertugas mengawasi pelaksanaan gencatan senjata, memfasilitasi pemulangan pemerintahan Republik ke Yogyakarta, serta mempersiapkan konferensi besar untuk penyelesaian konflik Indonesia-Belanda. Peranan UNCI sangat krusial karena menjadi mediator netral yang didukung kekuatan internasional, terutama Amerika Serikat yang…

Read More

Pengantar Pasca-Agresi Militer Belanda I (Operasi Produk) pada 21 Juli 1947, Republik Indonesia menghadapi situasi kritis karena Belanda berhasil menduduki wilayah-wilayah produktif di Jawa dan Sumatera, sehingga ekonomi Republik terancam kolaps. Tekanan internasional, terutama dari Amerika Serikat dan Australia, mendorong Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi pada 25 Agustus 1947 yang memerintahkan gencatan senjata dan pembentukan Komisi Tiga Negara (KTN, atau Committee of Good Offices for Indonesia) untuk menengahi konflik antara Indonesia dan Belanda. KTN bertugas memfasilitasi perundingan damai, mengawasi gencatan senjata, dan membantu mencari solusi politik. Perundingan yang difasilitasi KTN dikenal sebagai Perundingan Renville, yang berlangsung dari 8 Desember 1947…

Read More