Close Menu
    What's Hot

    Akulturasi dan Asimilasi Budaya Lokal dengan Masuknya Agama Islam di Nusantara

    May 20, 2026

    Dari Caruban hingga Keraton: Perjalanan Sejarah Kesultanan Cirebon

    May 7, 2026

    Kapal Jung Jawa: Bukti Nenek Moyang Kita Adalah Pelaut Ulung Dunia

    April 17, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Cerita Saja
    • Home
    • Profil
    • Artikel
      • Kelas
        • Kelas X
        • Kelas XI
        • Kelas XII
      • Legenda
      • Tradisi
      • Mitos
      • Misteri
      • Kota
      • Perundingan/Perjanjian
    • Tokoh
    • Sastra
      • Kitab / Kakawin
      • Suluk
      • Babad
      • Hikayat
    • Komik
    • Kuis
    • Download
      • E-Book
      • Buku Pelajaran
      • Karya Siswa
      • RPP / MODUL AJAR
      • Infografis
      • Slide Presentasi
      • Login
    SoundCloud RSS
    Cerita Saja
    Home»Artikel»Dari Caruban hingga Keraton: Perjalanan Sejarah Kesultanan Cirebon
    Artikel

    Dari Caruban hingga Keraton: Perjalanan Sejarah Kesultanan Cirebon

    Rifa SaniBy Rifa SaniMay 7, 2026Updated:May 12, 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Sejarah Kesultanan Cirebon: Dari Awal Pendirian hingga Akhir Kekuasaannya

    Kesultanan Cirebon merupakan salah satu kesultanan Islam tertua di Pulau Jawa yang berdiri di pesisir utara Jawa Barat. Didirikan pada abad ke-15, kesultanan ini berperan penting sebagai pusat penyebaran agama Islam, pelabuhan perdagangan strategis, dan kekuatan politik di wilayah Sunda. Dari sebuah dukuh kecil bernama Caruban hingga menjadi kesultanan yang disegani, Cirebon mengalami masa kejayaan yang gemilang sebelum akhirnya runtuh akibat perpecahan internal dan pengaruh kolonial Belanda. Artikel ini membahas sejarah lengkapnya dari awal hingga akhir, lengkap dengan peninggalan dan gambar terkait.

    iIustrasi Kesultanan Cirebon Tahun 1480an

    Awal Pendirian (Abad ke-15)

    Awal mula Kesultanan Cirebon berasal dari sebuah dukuh kecil bernama Caruban (artinya “campuran” dalam bahasa Sunda) yang didirikan oleh Ki Gedeng Tapa sekitar tahun 1445 M. Dukuh ini berkembang pesat menjadi pelabuhan ramai karena letaknya yang strategis di jalur perdagangan laut, menghasilkan ikan dan terasi rebon (sehingga disebut “Cai Rebon” atau Cirebon).

    Pendirian resmi kesultanan dikaitkan dengan Pangeran Walangsungsang (juga dikenal sebagai Pangeran Cakrabuana), putra Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran. Pada tahun 1430 M, ia membangun Istana Pakungwati dan membentuk pemerintahan di Cirebon. Setelah menunaikan ibadah haji, ia masuk Islam dan bergelar Haji Abdullah Iman. Ia dianggap sebagai pendiri pertama Kesultanan Cirebon dan memerintah hingga 1479 M.

    Pangeran Walangsungsang menyerahkan kekuasaan kepada keponakannya, Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati), yang kemudian membawa Cirebon ke masa kejayaannya.

    Masa Kejayaan di Bawah Sunan Gunung Jati (1479–1568 M)

    Puncak kejayaan Kesultanan Cirebon terjadi saat Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) memegang tampuk pemerintahan mulai 1479 M. Ia adalah salah satu anggota Wali Songo, cucu Prabu Siliwangi dari garis ibu (Nyai Rara Santang), dan putra Syarif Abdullah dari Mesir. Sunan Gunung Jati berhasil melepaskan Cirebon dari upeti kepada Kerajaan Pajajaran, menjadikannya kesultanan berdaulat penuh.

    Di bawah kepemimpinannya:

    • Wilayah kekuasaan meluas hingga separuh Jawa Barat dan Banten.
    • Penyebaran Islam masif di Jawa Barat.
    • Pembangunan infrastruktur: keraton, masjid, jalan, dan pelabuhan.
    • Pasukan militer kuat dan hubungan diplomatik dengan negara lain.

    Cirebon menjadi pusat perdagangan dan kebudayaan Islam yang makmur. Sunan Gunung Jati wafat tahun 1568 M dan dimakamkan di Gunung Jati.

    Sunan Gunung Jati, tokoh sentral pendiri dan pemimpin Kesultanan Cirebon yang juga Wali Songo.

    Penerus dan Awal Kemunduran

    Setelah Sunan Gunung Jati:

    • Fatahillah (menantu, 1568–1570 M).
    • Panembahan Ratu I (1570–1649 M) — masa stabil.
    • Panembahan Ratu II / Sultan Abdul Karim (Panembahan Girilaya, 1649–1666/1677 M).

    Pada masa Panembahan Ratu II, perselisihan dengan Mataram (Amangkurat I) menyebabkan ia diasingkan dan wafat di Surakarta (1667 M). Kekosongan kekuasaan ini memicu krisis.

    Perpecahan dan Keruntuhan (1677 M hingga Abad ke-19)

    Tahun 1677 M, Kesultanan Cirebon terpecah menjadi tiga (kemudian menjadi dua utama): Kesultanan Kasepuhan (dipimpin Pangeran Martawijaya/Sultan Sepuh) dan Kesultanan Kanoman (Pangeran Kartawijaya/Sultan Anom), serta Panembahan Cirebon. Perpecahan ini dipengaruhi campur tangan Kesultanan Banten dan Mataram yang berebut pelabuhan strategis Cirebon.

    Kekuasaan semakin lemah akibat:

    • Persaingan internal antar keluarga sultan.
    • Monopoli perdagangan oleh VOC (Belanda).
    • Campur tangan kolonial yang menjadikan sultan sebagai pegawai negeri.

    Pada masa Gubernur Jenderal Daendels (1808–1811), wilayah Cirebon dibagi dan kekuasaan sultan semakin terbatas. Kesultanan secara resmi dihapuskan oleh pemerintah kolonial Belanda sekitar tahun 1906–1926 dan digantikan menjadi Kota Cirebon.

    Keraton Kasepuhan Cirebon, salah satu peninggalan utama yang masih berdiri hingga kini sebagai bukti kejayaan masa lalu.
    Peta Kesultanan Cirebon pada masa Sunan Gunung Jati (1522–1530), menunjukkan wilayah kekuasaan yang luas.

    Peninggalan Sejarah

    Meski kesultanan runtuh, warisannya tetap hidup:

    • Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman (masih ada di Cirebon).
    • Makam Sunan Gunung Jati di Gunung Jati.
    • Masjid-masjid kuno dan tradisi budaya seperti tari topeng Cirebon serta seni batik.

    Kesultanan Cirebon menjadi simbol perpaduan budaya Sunda, Jawa, dan Islam di Nusantara.

    Daftar Pustaka

    1. Wikipedia. “Kesultanan Cirebon.” Diakses dari https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Cirebon.
    2. Pijar Belajar. “Kerajaan Cirebon: Sejarah, Penyebab Runtuhnya, Hingga Peninggalannya.” 26 Maret 2024. https://www.pijarbelajar.id/blog/kerajaan-cirebon.
    3. Kumparan. “Mengenal Sejarah Kesultanan Cirebon dan Masa Kejayaannya.” 29 Desember 2023. https://kumparan.com/sejarah-dan-sosial/mengenal-sejarah-kesultanan-cirebon-dan-masa-kejayaannya-21rZSgM2Y9e.
    4. Gramedia. “Pendiri Kerajaan Cirebon dan Mengenal Sejarah, Letak, serta Peninggalannya.” https://www.gramedia.com/literasi/pendiri-kerajaan-cirebon/.
    5. Jurnal “Sejarah Kesultanan Cirebon” oleh B. Rozi (2022). https://ejournal.uiidalwa.ac.id/index.php/batuthah/article/download/644/312.
    6. Detik.com. “Menelisik Sejarah dan Mengenang Masa Kejayaan Kesultanan Cirebon.” 31 Juli 2022. https://www.detik.com/jabar/budaya/d-6208549/menelisik-sejarah-dan-mengenang-masa-kejayaan-kesultanan-cirebon.
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Rifa Sani

    Related Posts

    Akulturasi dan Asimilasi Budaya Lokal dengan Masuknya Agama Islam di Nusantara

    May 20, 2026

    Kapal Jung Jawa: Bukti Nenek Moyang Kita Adalah Pelaut Ulung Dunia

    April 17, 2026

    Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka

    March 22, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Recent Posts
    • Akulturasi dan Asimilasi Budaya Lokal dengan Masuknya Agama Islam di Nusantara
    • Dari Caruban hingga Keraton: Perjalanan Sejarah Kesultanan Cirebon
    • Kapal Jung Jawa: Bukti Nenek Moyang Kita Adalah Pelaut Ulung Dunia
    • Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka
    • Komik : Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura
    • Kesultanan Malaka: Gerbang Emas Nusantara yang Tak Terlupakan
    • Komik : Kesultanan Banjar (Kesultanan Banjar: Peninggalan Sejarah dan Filosofi Hidup Masyarakatnya)
    Sosial Media
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube
    • Soundcloud
    • TikTok
    • WhatsApp
    Latest Posts

    Akulturasi dan Asimilasi Budaya Lokal dengan Masuknya Agama Islam di Nusantara

    May 20, 202628 Views

    Dari Caruban hingga Keraton: Perjalanan Sejarah Kesultanan Cirebon

    May 7, 202612 Views

    Kapal Jung Jawa: Bukti Nenek Moyang Kita Adalah Pelaut Ulung Dunia

    April 17, 202629 Views

    Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka

    March 22, 202644 Views
    Don't Miss
    Artikel

    Masuknya Islam Di Nusantara

    By Rifa SaniFebruary 8, 2026140

    PENGANTAR Proses masuknya Islam ke Nusantara tidak terjadi melalui penaklukan militer, melainkan melalui jalur perdagangan…

    Peristiwa Rengasdengklok: Kronologi Penculikan Dramatis yang Mempercepat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

    February 13, 2026

    Peristiwa Rapat Besar di Lapangan Ikada: Kronologi yang Menggelorakan Semangat Revolusi Indonesia

    February 13, 2026
    Demo
    Archives
    About Us
    About Us

    We're accepting new partnerships right now.

    Recent
    • Akulturasi dan Asimilasi Budaya Lokal dengan Masuknya Agama Islam di Nusantara
    • Dari Caruban hingga Keraton: Perjalanan Sejarah Kesultanan Cirebon
    • Kapal Jung Jawa: Bukti Nenek Moyang Kita Adalah Pelaut Ulung Dunia
    • Konsep Republik Indonesia Menurut Tan Malaka
    • Komik : Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martapura
    • Kesultanan Malaka: Gerbang Emas Nusantara yang Tak Terlupakan
    Most Popular

    Masuknya Islam Di Nusantara

    February 8, 2026937 Views

    Peristiwa Rengasdengklok: Kronologi Penculikan Dramatis yang Mempercepat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

    February 13, 2026436 Views

    Peristiwa Rapat Besar di Lapangan Ikada: Kronologi yang Menggelorakan Semangat Revolusi Indonesia

    February 13, 2026254 Views
    Facebook Instagram YouTube WhatsApp TikTok RSS
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Powered by
    ►
    Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
    None
    ►
    Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
    None
    ►
    Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
    None
    ►
    Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
    None
    ►
    Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
    None
    Powered by