Subscribe to Updates
Get the latest creative news from SmartMag about art & design.
Author: Rifa Sani
Selamat datang di rangkaian panel visual yang akan membawa Anda kembali ke 17 hari paling menentukan dalam sejarah bangsa Indonesia. Komik ini merangkum ketegangan di penghujung Perang Dunia II, di mana setiap detik begitu berharga: mulai dari janji manis kemerdekaan dari Jepang di awal Agustus, momen krusial bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, hingga drama penculikan Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok oleh golongan muda yang membara. Anda akan menyaksikan bagaimana perbedaan pendapat antara generasi tua yang berhati-hati dan generasi muda yang progresif justru melahirkan harmoni dalam naskah proklamasi yang disusun secara darurat namun penuh jiwa di kediaman Laksamana Maeda, hingga puncaknya pada…
Selamat datang di lembaran sejarah visual yang akan membawa kita melintasi waktu menuju tanah Jawa di abad ke-8 hingga ke-10, era di mana Kerajaan Mataram Kuno (atau Kerajaan Medang) berdiri dengan kemegahan spiritual dan arsitekturnya yang abadi. Melalui komik ini, kita tidak hanya akan melihat perebutan takhta dan diplomasi politik antara Dinasti Sanjaya yang bercorak Hindu dan Dinasti Syailendra yang bercorak Buddha, tetapi juga menyelami keseharian rakyatnya yang agraris serta dedikasi luar biasa di balik pembangunan mahakarya dunia seperti Borobudur dan Prambanan. Bersiaplah menyaksikan harmoni di tengah keberagaman dan dinamika perpindahan pusat kekuasaan dari Jawa Tengah menuju Jawa Timur akibat…
Membaca komik tentang Kerajaan Singasari berarti Anda akan diajak melintasi waktu menuju abad ke-13, sebuah periode yang dipenuhi dengan intrik dramatis dan semangat ekspansi yang berani. Cerita ini bukan sekadar tentang perebutan takhta, melainkan kisah tentang sosok fenomenal Ken Arok—seorang rakyat jelata yang mendobrak kasta demi cinta dan kekuasaan—serta visi besar Kertanegara yang bercita-cita menyatukan Dwipantara demi membendung ancaman bangsa Mongol. Bersiaplah menyaksikan visualisasi kemegahan Candi Singosari, ketajaman kutukan keris Mpu Gandring, hingga gemuruh peperangan yang menjadi fondasi lahirnya kemegahan Majapahit.
Komik “Jejak Waktu Ramadhan” ini dirancang sebagai narasi visual yang mengeksplorasi perjalanan spiritual dan transformasi diri seorang karakter utama dalam menghargai setiap detik di bulan suci, mulai dari hiruk-pikuk persiapan sahur yang penuh khidmat hingga ketenangan sujud di sepertiga malam terakhir.
Masuki era keemasan Nusantara di abad ke-14, di mana sumpah legendaris Amukti Palapa menjadi fondasi berdirinya sebuah imperium yang menyatukan gugusan pulau di bawah panji Sang Saka Getih-Getah. Dalam pengerjaan komik sejarah ‘Majapahit’ ini, narasikanlah transisi dramatis dari runtuhnya Singasari hingga kecerdikan Raden Wijaya memanfaatkan ked kedatangan tentara Mongol; fokuskan detail visual pada kemegahan arsitektur bata merah Trowulan, struktur hierarki prajurit Bhayangkara yang tangguh, serta aura karismatik Gajah Mada, dengan tetap menjaga keseimbangan antara akurasi fakta sejarah dan dramatisasi visual yang memikat pembaca modern.
Selamat datang di era fajar peradaban Nusantara, di mana belantara Kalimantan Timur menjadi saksi berdirinya Kutai Martapura sebagai kerajaan Hindu tertua yang memancarkan cahaya aksara pertama melalui tujuh tiang Yupa. Melalui komik ini, kita akan melintasi lorong waktu menuju abad ke-4 Masehi untuk menyaksikan kearifan Maharaja Mulawarman dalam memimpin rakyatnya, meresapi akulturasi budaya yang sakral, serta memahami bagaimana fondasi spiritual dan sosial bangsa ini mulai dipahat di tepi Sungai Mahakam. Persiapkan diri Anda untuk menelusuri jejak-jejak sejarah yang autentik dalam balutan visual yang menghidupkan kembali kejayaan masa lalu yang sempat terkubur oleh waktu.
Ini adalah buku cerita anak yang lebih panjang dan detail tentang Zainab, putri sulung Rasulullah Muhammad SAW. Cerita ini dibuat dengan bahasa sederhana, penuh hikmah, dan menghormati sejarah Islam. Setiap bab memiliki sekitar 15-20 paragraf panjang, masing-masing berisi 5-7 kalimat. Ada juga kutipan percakapan agar terasa hidup. Ilustrasi disisipkan untuk membantu anak membayangkan cerita. Bab 1: Masa Kecil Zainab di Kota Mekah yang Panas Di kota Mekah yang dikelilingi bukit-bukit pasir tinggi dan matahari yang selalu terik membakar, hidup seorang gadis kecil bernama Zainab binti Muhammad. Ia adalah anak pertama dari pasangan Muhammad dan Khadijah, dua orang yang sangat saling…
Puasa dalam Islam merupakan salah satu dari lima rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim dewasa yang sehat. Praktik ini melibatkan pantang makan, minum, dan hubungan seksual dari fajar hingga matahari terbenam, terutama selama bulan Ramadan. Sejarah puasa dalam Islam dimulai dari masa awal kenabian Nabi Muhammad SAW dan terus berkembang hingga menjadi bagian integral dari kehidupan umat Muslim di seluruh dunia. Praktik ini tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial, kesehatan, dan historis yang kaya, seperti yang dibahas dalam berbagai sumber akademik dan religius. Asal-Usul Puasa dalam Islam Puasa dalam Islam memiliki akar yang dalam pada…
Pengantar Kesultanan Bima merupakan salah satu kerajaan Islam tertua di Nusa Tenggara Barat (NTB), Indonesia, yang berlokasi di bagian timur Pulau Sumbawa. Kerajaan ini berdiri pada awal abad ke-17, tepatnya sekitar tahun 1620–1640 M, ketika raja terakhir Kerajaan Bima pra-Islam, La Kai (atau Ma Bata Wadu), memeluk agama Islam dan bergelar Sultan Abdul Kahir sebagai sultan pertama. Proses Islamisasi ini dipengaruhi oleh Kesultanan Gowa-Tallo dari Makassar, yang mengirimkan mubalig untuk menyebarkan Islam di wilayah timur Indonesia. Corak agama Kesultanan Bima adalah Islam Sunni dengan pengaruh kuat dari tradisi Sufi dan adat lokal (Dou Mbojo). Islam tidak menghapus sepenuhnya budaya pra-Islam,…
Pengantar Serangan Umum 1 Maret 1949 merupakan salah satu puncak heroik dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia melawan penjajahan Belanda pasca-Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948. Saat itu, Belanda berhasil menduduki ibu kota Republik Indonesia di Yogyakarta dan menangkap para pemimpin nasional seperti Soekarno dan Mohammad Hatta, dengan tujuan menghancurkan eksistensi Republik. Namun, atas inisiatif Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan perintah Jenderal Sudirman, Tentara Nasional Indonesia (TNI) melancarkan serangan balasan besar-besaran selama enam jam pada 1 Maret 1949 pukul 06.00 pagi. Serangan ini bukan hanya untuk merebut kembali kota secara sementara, tetapi lebih penting lagi untuk membuktikan kepada dunia internasional…